Studi Baru Ungkap Greenland Menyusut dan Hanyut ke Arah Barat Laut

icon berita mobile

- Penulis Berita

Jumat, 17 Oktober 2025 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebnem Coskun/Anadolu via Getty Images

Sebnem Coskun/Anadolu via Getty Images

Sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam Journal of Geophysical Research: Solid Earth mengungkap fenomena mengejutkan di Greenland. Pulau es raksasa tersebut ditemukan tidak hanya menyusut secara horizontal, tetapi juga hanyut ke arah barat laut dalam beberapa dekade terakhir.

Tim peneliti yang dipimpin Dr. Danjal Longfors Berg dari Universitas Teknik Denmark dan NASA menemukan bahwa Greenland mengalami dua proses yang saling bertentangan. Di satu sisi, pencairan es akibat perubahan iklim modern mengurangi tekanan di permukaan, menyebabkan lapisan batuan di bawahnya terangkat dan “mengembang” secara vertikal.

Namun di sisi lain, proses geologis yang lebih tua akibat berakhirnya zaman es terakhir sekitar 20.000 tahun lalu justru menyebabkan penyusutan horizontal. Beban es raksasa di masa lalu menekan lapisan batuan, dan kini lapisan tersebut secara bertahap “memantul” kembali ke bentuk aslinya, menyebabkan daratan menyusut dan bergerak.

Baca Juga :  Teror Serangan Hiu di Sydney Paksa Penutupan Massal Pantai Northern Beaches

“Dengan menggunakan model komprehensif dari data geologis 26.000 tahun dan pengukuran akurat dari 58 stasiun pemantauan selama 20 tahun terakhir, kami berhasil mengukur pergerakan ini dengan presisi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Dr. Danjal Longfors Berg.

Pergerakan horizontal ini tercatat sekitar 2 sentimeter per tahun ke arah barat laut selama 20 tahun terakhir. Penelitian ini berhasil memisahkan dampak dari pencairan es modern dengan proses pemulihan geologis pasca-zaman es yang telah berlangsung ribuan tahun.

Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih kompleks tentang bagaimana daratan es merespons perubahan iklim, baik yang terjadi di masa kini maupun ribuan tahun lalu. Pengukuran pergerakan Greenland yang presisi ini menjadi data krusial untuk memprediksi perubahan geologis di masa depan, terutama di kawasan Arktik yang rentan.

Baca Juga :  China Perketat Pemeriksaan Gedung Bertingkat Setelah Tragedi Kebakaran Hong Kong Tewaskan 128 Orang

Berita Terkait

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India
Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang
Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme
Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori
Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya
IPO GIFT City Pertama di India Resmi Dibuka 16 Maret, Era Baru Finansial
Hizbullah Serang Israel, Eskalasi Ketegangan di Perbatasan Lebanon
AI Mengubah Lapangan Kerja di Rumania, Transformasi dan Masa Depan

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:01 WIB

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India

Minggu, 12 April 2026 - 11:05 WIB

Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang

Jumat, 10 April 2026 - 20:12 WIB

Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:03 WIB

Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori

Senin, 23 Maret 2026 - 21:15 WIB

Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB