Subsidi Kendaraan Listrik Jerman Hidup Lagi, Aturan Diperketat Sasar Pendapatan Rendah

icon berita mobile

- Penulis Berita

Senin, 20 Oktober 2025 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Jerman mengumumkan pemulihan program subsidi kendaraan listrik dengan peraturan yang lebih ketat, efektif mulai 1 Januari 2026. Kebijakan ini menyasar rumah tangga berpenghasilan rendah dan menengah serta untuk pertama kalinya mencakup kendaraan bekas.

Perdana Menteri Friedrich Merz mengumumkan paket senilai 3 miliar euro ini untuk mendukung industri otomotif domestik yang melambat. Program yang berlangsung hingga 2029 ini menawarkan bantuan tunai langsung hingga 4.000 euro bagi yang memenuhi syarat.

Peraturan baru ini memperketat batas harga mobil yang memenuhi syarat menjadi 45.000 euro, turun signifikan dari batas sebelumnya 65.000 euro. Selain itu, program subsidi kendaraan listrik ini tidak lagi mencakup model plug-in hybrid (PHEV) dan membatasi pendapatan tahunan penerima sekitar 45.000 euro.

Baca Juga :  Asosiasi Otomotif Jerman Usul 'Paksa' Pemilik PHEV Rutin Mengisi Daya

Asosiasi industri VDA menyambut baik langkah tersebut, namun memperingatkan bahwa debat rinci yang berlarut-larut dapat menahan minat beli konsumen. Perlambatan ini, menurut VDA, justru kontraproduktif dengan tujuan pemerintah Jerman untuk mengakselerasi adopsi EV dan menjaga dominasi industri otomotif di pasar global, katanya.

Klub otomotif ADAC juga mendesak pemerintah memperpanjang pembebasan pajak pendaftaran untuk kendaraan listrik hingga 2035 guna mendorong pembelian mobil nol emisi. Langkah ini diambil di tengah menurunnya permintaan EV dan rencana PHK massal di sektor otomotif Jerman.

Program subsidi kendaraan listrik Jerman versi baru ini menjadi pertaruhan besar di tengah tantangan ekonomi domestik. Fokus pada pendapatan rendah dan mobil bekas menunjukkan perubahan strategi fundamental, beralih dari insentif umum ke bantuan yang lebih tertarget dan berkeadilan sosial.

Baca Juga :  Bank Dunia Naikkan Proyeksi PDB Tiongkok 2025 Jadi 4,8%

Berita Terkait

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India
Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar
Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang
Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia
Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme
Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI
Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori
Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:01 WIB

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar

Minggu, 12 April 2026 - 11:05 WIB

Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang

Jumat, 10 April 2026 - 20:17 WIB

Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Jumat, 10 April 2026 - 20:12 WIB

Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB