Produsen mobil listrik terbesar di dunia asal China, BYD, semakin agresif memperluas pasar global. Perusahaan menargetkan ekspor menyumbang 20 persen dari total penjualan sepanjang 2025, dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Direktur Umum Merek dan Hubungan Masyarakat BYD, Li Yunfei, menjelaskan bahwa pihaknya memperkirakan akan mengirimkan antara 800.000 hingga 1 juta kendaraan ke luar negeri tahun ini. Dengan total penjualan global diproyeksikan 4,6 juta unit, kontribusi ekspor disebut bakal melonjak tajam.
“Tahun ini, kami memperkirakan bahwa penjualan ekspor akan mencapai sekitar 20 persen dari total volume penjualan global. Di masa depan, proporsi ini pasti akan meningkat tajam,” ujar Li dalam konferensi pers.
Pencapaian ini melampaui target strategi nasional “Made in China 2025”, yang sejak 2015 menargetkan setidaknya 10 persen penjualan dua produsen mobil listrik utama berasal dari luar negeri.
Pada 2024, porsi ekspor BYD masih di bawah 10 persen dari 4,26 juta unit kendaraan yang terjual. Namun, pada kuartal II 2025 pengiriman internasional meningkat 145 persen year-on-year, mencapai 258.182 unit atau 22,5 persen dari penjualan kuartalan.
Salah satu kunci keberhasilan ekspor BYD adalah armada kapal pengangkut milik sendiri. Perusahaan kini memiliki delapan kapal khusus, dengan kapasitas terbesar mencapai 9.200 kendaraan, yang melayani rute dari China menuju Asia Tenggara hingga Eropa.
Selain itu, BYD memperkuat kehadiran di Eropa. Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, menyebut jumlah ruang pamer di kawasan tersebut akan digandakan menjadi 2.000 pada 2026. Pabrik perakitan baru di Hungaria dengan kapasitas 150.000 unit per tahun ditargetkan mulai beroperasi awal 2026, melengkapi fasilitas di Thailand dan Brasil.
Para analis menilai BYD unggul berkat teknologi baterai, perangkat lunak pendukung mengemudi, sistem hiburan, dan harga yang kompetitif. Faktor-faktor ini membuat mobil listrik asal China semakin diminati di berbagai negara, mulai dari Asia hingga Amerika Latin.
Di sisi lain, pasar domestik China tengah menghadapi persaingan ketat. Lebih dari 50 merek mobil listrik terlibat perang harga, sehingga pemerintah harus turun tangan menertibkan. Menurut Li Yunfei, industri kini memasuki fase pengetatan manajemen untuk menentukan arah masa depan.
Tak hanya mendorong produksi dan ekspor, BYD juga berinvestasi dalam promosi budaya kendaraan listrik. Pada Agustus 2025, perusahaan membuka jalur uji topografi di Zhengzhou, lengkap dengan arena off-road, trek pasir dalam ruangan, hingga saluran air untuk menunjukkan ketahanan mobilnya.
Selain itu, BYD juga merambah segmen kendaraan listrik berperforma tinggi. Supercar listrik Yangwang U9 Xtreme tercatat mencapai kecepatan 496,22 km/jam, melampaui rekor Bugatti Chiron Super Sport 300+ pada 2019.
Dengan strategi ekspansi global, penguatan infrastruktur transportasi, serta inovasi produk, BYD berupaya mempertahankan dominasinya sekaligus memperluas pengaruh di industri otomotif dunia.






