Dinkes Depok Minta Guru PAUD Pantau Tumbuh Kembang Anak

icon berita mobile

- Penulis Berita

Selasa, 28 Oktober 2025 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Anak Paud (Freepik)

Ilustrasi Anak Paud (Freepik)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok meminta lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) turut aktif memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Keterlibatan guru PAUD ini dinilai krusial untuk meningkatkan cakupan layanan kesehatan balita di Depok, Selasa (28/10/2025).

Kepala Dinkes Depok, Mary Liziawati, menjelaskan PAUD, TK, dan TPA adalah mitra penting Puskesmas dalam menyukseskan program kesehatan. Pemantauan tumbuh kembang anak serta edukasi Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) kini tidak hanya terpusat di Posyandu atau Puskesmas.

“Para guru di lembaga pendidikan anak usia dini diharapkan mampu melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak di lembaganya masing-masing, sekaligus memberikan edukasi PMBA kepada orang tua,” jelasnya. Kontribusi guru PAUD ini memastikan anak yang belum terpantau di Posyandu tetap memperoleh layanan standar kesehatan.

Baca Juga :  IMM Lampung Selatan Gelar Aksi Galang Dana untuk Korban Bencana di Sumatra

Guna memaksimalkan peran guru PAUD, Dinkes Depok telah memberikan pembekalan pelatihan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan serta edukasi PMBA. Pelatihan intensif ini diberikan kepada 16 guru PAUD, TK, dan TPA di Kota Depok pada 20-23 Oktober 2025.

Keterlibatan guru PAUD dalam deteksi dini masalah gizi dan tumbuh kembang ini, menurut Mary, menjadi garda terdepan untuk mencegah stunting sejak dini di Depok. Intervensi di ‘golden age’ melalui lembaga pendidikan formal ini memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam pemantauan kesehatan esensial, katanya.

“Harapannya, setelah dilakukan penguatan melalui pelatihan, para guru dapat terampil menggunakan alat antropometri yang terstandar serta memasyarakatkan penggunaan Buku KIA sebagai buku panduan pemantauan tumbuh kembang anak,” tutupnya. Kolaborasi strategis ini menegaskan pergeseran fokus pemantauan kesehatan anak dari faskes ke lingkungan terdekat anak, yakni sekolah.

Baca Juga :  Bandara Soekarno-Hatta Jadi Tersibuk Saat Nataru, Layani 3,5 Juta Penumpang

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB