Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok meminta lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) turut aktif memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Keterlibatan guru PAUD ini dinilai krusial untuk meningkatkan cakupan layanan kesehatan balita di Depok, Selasa (28/10/2025).
Kepala Dinkes Depok, Mary Liziawati, menjelaskan PAUD, TK, dan TPA adalah mitra penting Puskesmas dalam menyukseskan program kesehatan. Pemantauan tumbuh kembang anak serta edukasi Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) kini tidak hanya terpusat di Posyandu atau Puskesmas.
“Para guru di lembaga pendidikan anak usia dini diharapkan mampu melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak di lembaganya masing-masing, sekaligus memberikan edukasi PMBA kepada orang tua,” jelasnya. Kontribusi guru PAUD ini memastikan anak yang belum terpantau di Posyandu tetap memperoleh layanan standar kesehatan.
Guna memaksimalkan peran guru PAUD, Dinkes Depok telah memberikan pembekalan pelatihan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan serta edukasi PMBA. Pelatihan intensif ini diberikan kepada 16 guru PAUD, TK, dan TPA di Kota Depok pada 20-23 Oktober 2025.
Keterlibatan guru PAUD dalam deteksi dini masalah gizi dan tumbuh kembang ini, menurut Mary, menjadi garda terdepan untuk mencegah stunting sejak dini di Depok. Intervensi di ‘golden age’ melalui lembaga pendidikan formal ini memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam pemantauan kesehatan esensial, katanya.
“Harapannya, setelah dilakukan penguatan melalui pelatihan, para guru dapat terampil menggunakan alat antropometri yang terstandar serta memasyarakatkan penggunaan Buku KIA sebagai buku panduan pemantauan tumbuh kembang anak,” tutupnya. Kolaborasi strategis ini menegaskan pergeseran fokus pemantauan kesehatan anak dari faskes ke lingkungan terdekat anak, yakni sekolah.






