Laba Porsche anjlok 99 persen dalam sembilan bulan pertama 2025, menandai periode terberat bagi merek Jerman tersebut dalam satu dekade. Penurunan laba Porsche ini dipicu oleh biaya investasi besar-besaran untuk transisi ke mobil listrik (EV) dan dampak tarif impor AS.
Laporan keuangan terbaru yang dirilis Senin (27/10/2025) menunjukkan laba operasi Porsche hanya 40 juta euro, merosot tajam dari 4,035 miliar euro pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan global dan pengiriman kendaraan juga turun 6 persen, setara kehilangan 1,7 miliar euro.
Jochen Brackner, anggota Dewan Eksekutif Keuangan Porsche, menegaskan penurunan drastis ini adalah konsekuensi dari restrukturisasi strategis. “Kami menerima hasil keuangan sementara yang lebih lemah untuk memperkuat ketahanan dan profitabilitas jangka panjang Porsche,” ujarnya.
Langkah Porsche ‘bakar uang’ miliaran euro untuk fasilitas baterai dan elektrifikasi ini merupakan pertaruhan besar yang mengorbankan profitabilitas jangka pendek demi supremasi di pasar EV premium. Perusahaan kini berada di bawah tekanan besar untuk membuktikan bahwa investasi K1 dan Macan Electric dapat segera mengembalikan margin keuntungan tinggi di tengah perlambatan permintaan EV global, katanya.
Di tengah gambaran suram, penjualan kendaraan listrik murni (EV) dan plug-in hybrid (PHEV) justru menjadi titik terang dengan kenaikan 35,2 persen year-on-year. Namun, biaya investasi EV, termasuk 2,7 miliar euro untuk pabrik baterai baru dan tarif impor 15 persen AS, menjadi penyebab utama anjloknya laba Porsche.
Tahun 2025 menjadi ‘titik terendah’ bagi Porsche, menguji ketahanan finansial merek ikonik asal Stuttgart tersebut. Keberhasilan transformasi radikal ini akan membuktikan apakah pengorbanan laba Porsche di 2025 sepadan dengan dominasi mereka di era baru industri otomotif listrik global.






