Industri Mobil Listrik China Terancam Penyusutan Besar pada 2026

icon berita mobile

- Penulis Berita

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Industri mobil listrik China diperkirakan akan menghadapi guncangan besar pada 2026. Di balik ekspansi agresif ke pasar global, puluhan produsen kendaraan listrik domestik justru berada di ambang krisis yang dapat berujung pada penyusutan bisnis hingga kebangkrutan.

Laporan yang dikutip dari Carscoops dan South China Morning Post menyebutkan bahwa sekitar 50 merek mobil listrik China saat ini mengalami kerugian serius. Kondisi tersebut diperkirakan akan memburuk tahun depan seiring melemahnya dukungan pemerintah dan semakin ketatnya persaingan harga di pasar domestik.

Tahun 2026 dinilai sebagai titik balik penting bagi industri kendaraan listrik China. Para pengamat memperkirakan akan terjadi “pembersihan besar-besaran” yang memaksa banyak produsen kecil dan menengah untuk keluar dari pasar. Hanya pemain dengan modal kuat, teknologi matang, dan strategi global yang berpeluang bertahan.

Baca Juga :  Risiko Kebakaran, Mercedes-Benz Imbau Pemilik EQB Batasi Pengisian Baterai

Salah satu indikator tekanan pasar adalah proyeksi penurunan pengiriman kendaraan baru di China sebesar 5 persen pada 2026. Jika terealisasi, ini akan menjadi penurunan terbesar sejak 2020. Faktor utamanya adalah pemangkasan insentif pemerintah serta masalah kelebihan kapasitas produksi yang sudah lama membayangi industri otomotif China.

Qian Kang, pelaku industri komponen otomotif di China, menilai waktu tidak berpihak pada produsen yang gagal menarik minat konsumen muda. Ia menegaskan bahwa mayoritas perusahaan mobil listrik saat ini masih membukukan kerugian, sehingga performa keuangan pada tahun mendatang akan menentukan siapa yang mampu bertahan.

Saat ini, industri otomotif China berada dalam posisi menunggu keputusan kebijakan lanjutan dari pemerintah Beijing. Salah satu kebijakan krusial adalah kelanjutan program insentif pembelian kendaraan listrik senilai sekitar 2.900 dolar AS. Selain itu, pengurangan pajak pembelian sebesar 10 persen dijadwalkan berakhir pada akhir tahun ini, meskipun konsumen masih akan mendapatkan tarif pajak preferensial 5 persen hingga 2028.

Baca Juga :  Produksi 15 Juta Mobil Listrik, BYD Kokoh di Puncak Industri EV Global

Selama beberapa tahun terakhir, perang harga antarprodusen domestik memang berhasil membuat mobil listrik semakin terjangkau bagi masyarakat luas. Namun, strategi ini juga menggerus margin keuntungan secara signifikan dan membuat banyak merek kesulitan mencapai profitabilitas.

Di sisi lain, investasi besar-besaran di bidang riset dan pengembangan serta upaya memperluas portofolio produk justru memperparah tekanan keuangan. Akibatnya, hanya sedikit produsen yang benar-benar mampu mencetak keuntungan secara berkelanjutan.

Seorang investor asal China menyebut bahwa era euforia pendanaan di sektor mobil listrik telah berakhir. Menurutnya, industri kini memasuki fase pertarungan bertahan hidup, di mana hanya perusahaan dengan model bisnis solid yang bisa keluar sebagai pemenang, sementara yang kalah harus siap menghadapi risiko kehabisan modal.

Baca Juga :  Investasi $10 Miliar Toyota Topang Pabrik Baterai AS di North Carolina

Di tengah badai tersebut, beberapa nama besar seperti BYD, Seres, dan Li Auto menjadi pengecualian. Perusahaan-perusahaan ini dinilai memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan bahkan tumbuh, terutama dengan memperluas ekspansi ke pasar internasional guna mencari sumber pertumbuhan baru.

Penelitian dari AlixPartners memperkuat pandangan tersebut dengan menyebutkan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, hanya sekitar 10 persen merek mobil listrik China yang diperkirakan mampu mencapai profitabilitas.

Berita Terkait

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar
Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia
Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI
Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal
Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?
Interior BYD Racco EV Resmi Terungkap, Bawa Standar Baru Kei Car
Nissan Gravite Meluncur di India sebagai Mobil Keluarga 7-Seater Terbaru
Varian Baru BMW X3 30 xDrive M Sport Pro Meluncur 16 Februari

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar

Jumat, 10 April 2026 - 20:17 WIB

Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:07 WIB

Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI

Senin, 23 Maret 2026 - 21:24 WIB

Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:43 WIB

Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB