Robot humanoid G1 China besutan Unitree sukses mendemonstrasikan kekuatan dan keseimbangan AI canggih dengan menarik mobil seberat 1,4 ton di Beijing. Tes yang videonya dibagikan oleh Beijing Institute of Artificial Intelligence (BAAI) minggu ini menunjukkan kemampuan robot 35 kg itu menjaga stabilitas saat menarik beban berat.
Dalam video tersebut, robot humanoid G1 awalnya berjuang mencari cengkeraman sebelum akhirnya menekuk lutut, meniru postur manusia untuk menciptakan traksi yang diperlukan. Kemampuan robot 132 cm itu menjaga keseimbangan dinamis saat menarik mobil di permukaan datar menjadi sorotan utama, melebihi sekadar kekuatan mentahnya.
Uji coba ini memicu skeptisisme di media sosial X karena adanya pengemudi di dalam mobil, namun BAAI mencatat pengemudi hanya bertugas untuk keselamatan. Tes menarik mobil ini merupakan langkah baru dalam melatih robot humanoid G1 untuk aplikasi industri di lingkungan yang sulit.
Keberhasilan G1 ini, menurut BAAI, bukan sekadar adu kekuatan, melainkan validasi platform AI yang mampu mengontrol motorik halus dalam kondisi stres ekstrem. Kemampuan robot humanoid China ini beradaptasi secara real-time menggunakan postur manusia membuktikan lompatan besar dalam komputasi on-board yang esensial untuk tugas-tugas otonom, katanya.
Robot humanoid G1 yang diperkenalkan tahun lalu dilengkapi LiDAR 3D, CPU 8-core, dan baterai 9.000 mAh, memungkinkannya bergerak fleksibel dengan kecepatan 7,2 km/jam. CEO Unitree Wang Xingxing pada Juni lalu memprediksi robot humanoid China akan mampu melayani aplikasi komersial dan rumah tangga dalam dua tahun ke depan.
Demonstrasi robot humanoid G1 ini menggarisbawahi percepatan pengembangan robotika di China yang tidak lagi hanya meniru, tetapi berinovasi dalam keseimbangan dinamis. Persaingan global di industri robot humanoid kini tidak hanya berfokus pada kecepatan berjalan, tetapi pada kemampuan beradaptasi dan menerapkan kekuatan fungsional di dunia nyata.






