Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, dikabarkan ‘hilang’ dan tidak bisa dihubungi di tengah isu Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menerpa Pemkot Bandung, Kamis (30/10/2025). Sebuah sumber internal partai mengonfirmasi Erwin sedang diperiksa Kejaksaan, sementara ia tercatat mangkir dari Rapat Paripurna DPRD.
Upaya konfirmasi jurnalis kepada Erwin dan putranya, M. Syahlevi Erwin Apandi, tidak mendapat balasan apa pun sepanjang hari. Kejanggalan diperkuat dengan temuan mobil dinas Erwin yang terparkir di Gedung DPRD, namun sang Wawali tidak diketahui keberadaannya.
Seorang kader PKB yang anonim membenarkan bahwa orang nomor dua di Bandung itu sedang berhadapan dengan aparat hukum. “Benar, (Erwin) sedang diperiksa kejaksaan,” bisik sumber tersebut, meski ia belum bisa memastikan kebenaran isu OTT.
Pemeriksaan pimpinan daerah oleh Kejaksaan ini sontak menghentikan denyut normal birokrasi di Balai Kota, memicu spekulasi luas di kalangan ASN. Situasi ‘hilangnya’ Wawali Erwin ini, menurut sumber, menciptakan ketidakpastian administratif dan politik yang serius, mengingat perannya yang vital dalam pemerintahan harian kota, ujarnya.
Absennya Erwin hari ini menjadi sorotan tajam karena ia dikenal sebagai pejabat dengan jadwal padat setiap harinya. Ia tercatat mangkir dari satu-satunya agenda resmi hari ini, Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung pukul 13.00 WIB, dan kursinya dibiarkan kosong.
Kasus ini kembali menyorot integritas pejabat publik di Pemkot Bandung dan menjadi ujian berat bagi transparansi Kejaksaan Agung. Publik kini menanti konferensi pers resmi dari Kejaksaan untuk mengakhiri desas-desus liar dan memberikan kepastian hukum atas status Wakil Wali Kota Bandung.






