Asta Cita Topang Proyeksi BI, Pertumbuhan Ekonomi 2025 Dipatok 4,7-5,5 Persen

icon berita mobile

- Penulis Berita

Senin, 3 November 2025 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asta Cita Topang Proyeksi BI, Pertumbuhan Ekonomi 2025 Dipatok 4,7-5,5 Persen

Asta Cita Topang Proyeksi BI, Pertumbuhan Ekonomi 2025 Dipatok 4,7-5,5 Persen

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2025 akan berada di kisaran 4,7-5,5 persen, didukung oleh kinerja ekspor dan proyek prioritas pemerintah. Proyeksi optimis ini disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo usai Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) IV 2025 di Jakarta, Senin (3/11/2025).

Perry Warjiyo secara spesifik menyebut proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025 ini akan berada sedikit di atas titik tengah rentang perkiraan tersebut. “Untuk keseluruhan tahun 2025, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan sedikit di atas titik tengah, kisaran 4,7 persen sampai 5,5 persen,” ujarnya dalam konferensi pers pasca Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) IV 2025 di Jakarta, Senin.

Baca Juga :  Link Video Promo Indonesia Terbaru 2025, Pesona Nusantara

Perry menjelaskan bahwa potensi pertumbuhan ekonomi 2025 juga didorong oleh implementasi program prioritas Asta Cita, terutama di sektor ketahanan pangan, energi, dan pertahanan. Kinerja ekspor yang masih sangat bagus serta kebijakan pendorong kredit juga menjadi faktor pendukung utama proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025.

Proyeksi 4,7-5,5 persen ini, menurut Perry Warjiyo, mencerminkan keseimbangan baru yang harus dijaga BI antara stabilitas makro dan momentum pertumbuhan di era pemerintahan baru. Bank Indonesia kini tidak hanya fokus pada pengendalian inflasi, tetapi juga secara proaktif memastikan bauran kebijakan makroprudensial mampu membiayai program strategis Asta Cita demi akselerasi ekonomi nasional, katanya.

Untuk menjaga momentum Asta Cita, BI berkomitmen memperkuat bauran kebijakan pro-stability dan pro-growth yang sejalan dengan program pemerintah. “Kebijakan moneter Bank Indonesia diarahkan pada keseimbangan untuk menjaga stabilitas serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi, pro stability and growth,” ucap Gubernur BI.

Baca Juga :  Rekam Jejak Roby Tremonti, Aktor yang Disorot dalam Isu Child Grooming

Penetapan target pertumbuhan ekonomi 2025 di kisaran 4,7-5,5 persen ini menjadi sinyal kuat kolaborasi fiskal dan moneter di era baru. Keberhasilan Bank Indonesia mengawal stabilitas nilai tukar sekaligus mendorong kredit program Asta Cita akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kredibilitas KSSK dalam lima tahun ke depan.

Berita Terkait

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026
Industri Emas di Indonesia, Prasyarat Utama Menuju Ekosistem yang Sehat
Dean James Batal Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Harga Emas Hari Ini Minggu 1 Maret 2026, Grafik Antam dan UBS Terpantau Stagnan
Pemerintah Bebaskan Pajak Penghasilan 21 Peserta Magang Lulusan Perguruan Tinggi Hingga 2026
THR ASN Kapan Cair Kata Purbaya? Ini Bocoran Jadwal Lengkapnya
Bupati Kuningan Dorong Camat Percepat Penagihan PBB Demi Target PAD 2026
Farhan Bangga, Siswa SD Bandung Natanael Raih Juara Dunia Olimpiade Sains Di Amerika Serikat

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Minggu, 12 April 2026 - 11:14 WIB

Industri Emas di Indonesia, Prasyarat Utama Menuju Ekosistem yang Sehat

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:08 WIB

Dean James Batal Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Minggu, 1 Maret 2026 - 09:29 WIB

Harga Emas Hari Ini Minggu 1 Maret 2026, Grafik Antam dan UBS Terpantau Stagnan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:27 WIB

Pemerintah Bebaskan Pajak Penghasilan 21 Peserta Magang Lulusan Perguruan Tinggi Hingga 2026

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB