Strategi China Pulihkan Pariwisata, Perpanjang Bebas Visa 45 Negara Hingga 2026

icon berita mobile

- Penulis Berita

Selasa, 4 November 2025 - 23:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Visa China (Freepik)

Ilustrasi Visa China (Freepik)

China resmi memperpanjang kebijakan bebas visa bagi 45 negara, termasuk 32 negara Eropa, sebagai langkah strategis memulihkan pariwisata pasca-pandemi. Kebijakan bebas visa yang diumumkan pada 3 November ini akan diperpanjang hingga 31 Desember 2026, mencakup negara-negara seperti Prancis, Jerman, dan Spanyol.

Kebijakan ini memungkinkan warga dari 45 negara tersebut untuk tinggal di China hingga 30 hari tanpa visa, memudahkan akses ke Tembok Besar dan Shanghai. Perpanjangan kebijakan bebas visa ini merupakan kelanjutan dari uji coba yang dimulai pada 2023 untuk 37 negara, yang kini diperluas cakupannya.

Selain itu, China juga memperluas kebijakan transit bebas visa 240 jam (10 hari) dari 60 pelabuhan menjadi 65 pelabuhan, efektif mulai 5 November. Kebijakan transit ini berlaku untuk 55 negara, termasuk Indonesia, AS, dan Inggris, yang memungkinkan kunjungan singkat tanpa visa untuk bisnis atau pariwisata.

Baca Juga :  Keselamatan Jadi Prioritas, China Hentikan Penggunaan Pegangan Pintu Mobil Listrik Mulai 2027

Langkah perpanjangan bebas visa ini, menurut analis, adalah strategi ‘karpet merah’ Beijing untuk memulihkan kepercayaan wisatawan internasional dan investor pasca-isolasi pandemi yang panjang. Kebijakan ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa China serius untuk kembali menjadi pemain utama di panggung pariwisata global, memanfaatkan infrastruktur modern dan budaya kuno sebagai daya tarik utamanya, katanya.

Perpanjangan kebijakan bebas visa ini merupakan bagian dari target Tiongkok yang lebih besar untuk menjadi tujuan perjalanan utama global, menawarkan kombinasi budaya kuno dan kota-kota modern. Aksesibilitas yang lebih mudah ke destinasi wisata utama diharapkan dapat mendorong lebih banyak pengunjung untuk menjelajah China.

Keputusan China membuka lebar pintunya bagi 45 negara ini menjadi pertaruhan besar dalam memulihkan sektor pariwisata yang vital bagi perekonomian nasional. Di tengah ketegangan geopolitik, langkah perpanjangan bebas visa ini membuktikan bahwa China kini lebih memilih pragmatisme ekonomi untuk bangkit dari keterpurukan pasca-pandemi.

Baca Juga :  Strategi Baru China Peningkatan Impor dan Ekspansi Kerja Sama Global

Berita Terkait

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India
Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang
Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme
Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori
Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya
IPO GIFT City Pertama di India Resmi Dibuka 16 Maret, Era Baru Finansial
Hizbullah Serang Israel, Eskalasi Ketegangan di Perbatasan Lebanon
AI Mengubah Lapangan Kerja di Rumania, Transformasi dan Masa Depan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:01 WIB

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India

Minggu, 12 April 2026 - 11:05 WIB

Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang

Jumat, 10 April 2026 - 20:12 WIB

Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:03 WIB

Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori

Senin, 23 Maret 2026 - 21:15 WIB

Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB