Direktur Musik Kementerian Ekonomi Kreatif, Mohammad Amin, menegaskan ajang ‘Bintang Radio Indonesia’ 2025 bukan sekadar adu kemampuan vokal, tetapi menuntut strategi distribusi dan karakter talenta. Penilaian ini disampaikan saat menjadi juri Grand Final Putaran Pertama ‘Bintang Radio Indonesia’ 2025 di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).
Amin, yang hadir mewakili Kemenparekraf sebagai sponsor, menekankan bahwa tantangan terbesar industri musik adalah strategi go-to-market yang tepat. “Karena kita bicara ekonomi kreatif, ekonomi kreatif bukan hanya persoalan produk tapi bagaimana produk itu didistribusikan ke pasar. Sehingga tantangan terbesar adalah bagaimana ‘unique selling point’-nya, mencari ‘unique selling point’ dari 10 finalis ini siapa yang paling kuat selling point-nya,” ujarnya.
Pergeseran fokus dari teknik vokal ke selling point ini, menurut Amin, adalah keniscayaan di era ekonomi kreatif yang sangat kompetitif. Peran RRI dalam ‘Bintang Radio Indonesia’ 2025 kini tidak hanya sebagai penjaring bakat, tetapi sebagai inkubator awal yang harus memikirkan strategi pengemasan agar talenta daerah siap bersaing di pasar nasional yang kejam, katanya.
Amin mendefinisikan nilai jual unik tersebut sebagai kemampuan talenta untuk menjadi otentik atau menjadi diri sendiri, yang merupakan sebuah pencarian panjang dan berkelanjutan. “Unique selling point-nya adalah ketika talent itu mampu untuk menjadi dirinya sendiri. Dan itu adalah sebuah pencarian yang never ending story (cerita tanpa akhir),” ucapnya.
Ajang ‘Bintang Radio Indonesia’ 2025 juga melibatkan partisipasi publik untuk menentukan pemenang favorit melalui sistem voting online. Masyarakat dapat memberikan suara melalui laman resmi bintang.radiorri.id untuk mendukung finalis dari berbagai daerah di Indonesia.
Penekanan pada unique selling point di ‘Bintang Radio Indonesia’ 2025 ini menjadi sinyal keras bagi talenta baru bahwa industri musik modern tidak lagi mentolerir produk setengah jadi. Kemenangan di panggung RRI hanyalah langkah awal, sementara pertarungan sesungguhnya terletak pada kemampuan sang juara menemukan karakter uniknya untuk bertahan di pasar yang terus berubah.






