Redenominasi Rupiah RUU Target Selesai 2027, Nol Mata Uang Dihilangkan

icon berita mobile

- Penulis Berita

Minggu, 9 November 2025 - 02:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Redenominasi Rupiah RUU Target Selesai 2027, Nol Mata Uang Dihilangkan

Redenominasi Rupiah RUU Target Selesai 2027, Nol Mata Uang Dihilangkan

Kementerian Keuangan Republik Indonesia kini secara serius mempersiapkan rancangan undang-undang (RUU) mengenai redenominasi rupiah. Rencana besar ini menargetkan penyelesaian pembahasan RUU tersebut paling lambat pada tahun 2027.

Redenominasi sendiri merupakan langkah krusial dalam sistem moneter. Ini pada dasarnya adalah penghilangan beberapa angka nol dari nominal mata uang tanpa mengurangi nilai tukar intrinsiknya.

Misalnya, Rp10.000 bisa menjadi Rp10 setelah proses redenominasi.

Rencana penghilangan nol pada mata uang ini sebenarnya bukan ide baru dalam wacana kebijakan ekonomi nasional. Diskusi mengenai kemungkinan redenominasi rupiah telah muncul ke permukaan sejak beberapa tahun lalu.

Namun, pengumuman dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ini menandai titik balik yang jauh lebih konkret. Rencana ini sudah memasuki tahap legislasi formal.

Keputusan Kemenkeu untuk memprioritaskan RUU ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melakukan reformasi struktural mata uang. Mereka melihat momentum ini sebagai waktu yang tepat untuk menyederhanakan denominasi rupiah.

Tujuan utama dari redenominasi rupiah adalah untuk menyederhanakan transaksi.

Dengan menghilangkan nol dalam jumlah besar, pencatatan akuntansi, transaksi harian, dan sistem pembayaran elektronik akan menjadi jauh lebih ringkas dan efisien. Ini diharapkan dapat meningkatkan kemudahan berbisnis di Indonesia.

Baca Juga :  Polri Ungkap Angka Kejahatan Nasional Meningkat: Narkoba dan Curanmor Mendominasi

Selain itu, redenominasi juga memiliki potensi untuk meningkatkan citra dan kebanggaan terhadap mata uang nasional. Rupiah akan tampak lebih kuat dan sebanding dengan mata uang regional dan global lainnya yang memiliki nominal lebih kecil.

Meski demikian, proses redenominasi bukanlah tanpa tantangan.

Pemerintah harus memastikan bahwa masyarakat tidak keliru menafsirkan redenominasi sebagai sanering atau pemotongan nilai mata uang. Sanering adalah pemotongan nilai uang yang seringkali disertai krisis ekonomi, sementara redenominasi hanya mengubah nominal.

Edukasi publik yang masif dan komprehensif menjadi kunci sukses dari kebijakan ini. Pemerintah harus meyakinkan semua lapisan masyarakat bahwa nilai riil dari uang mereka tidak akan berkurang sama sekali.

Pengawasan ketat terhadap pedagang juga akan diperlukan.

Dikhawatirkan, beberapa pedagang nakal akan memanfaatkan masa transisi redenominasi untuk melakukan pembulatan harga ke atas secara sepihak. Hal ini bisa memicu inflasi psikologis yang merugikan konsumen.

Jika RUU ini benar-benar rampung pada 2027, ini akan menjadi tonggak penting. Proses implementasi di lapangan biasanya memerlukan periode transisi yang cukup panjang, seringkali hingga beberapa tahun, untuk menyesuaikan semua sistem keuangan dan infrastruktur.

Baca Juga :  Pemerintah Tunda Pemadaman Dini PLTU Cirebon-1, Alasan Teknis dan Subsidi

Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter akan memegang peran sentral dalam perencanaan teknis dan pelaksanaan transisi redenominasi rupiah.

Koordinasi erat antara Kemenkeu dan BI sangat penting untuk memastikan semua aspek moneter dan fiskal dipertimbangkan dengan cermat. Langkah ini perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan guncangan di pasar.

Pemerintah harus belajar dari pengalaman negara-negara lain yang telah berhasil atau gagal dalam melakukan redenominasi. Kesuksesan sangat bergantung pada waktu yang tepat, stabilitas ekonomi, dan komunikasi yang efektif.

Kestabilan ekonomi makro Indonesia saat ini dianggap sebagai prasyarat penting yang membuat rencana redenominasi lebih konkret dibanding sebelumnya. Kondisi ini memberikan fondasi yang kokoh untuk memulai proses tersebut.

Dengan target penyelesaian RUU di tahun 2027, ini memberikan waktu yang cukup bagi pembuat kebijakan untuk menyusun strategi implementasi yang matang. Strategi ini harus mencakup aspek legal, teknis, dan sosial.

Baca Juga :  Kerugian Negara Rp447 Miliar Akibat Illegal Logging Mentawai Diserahkan ke Hukum

Langkah ini juga akan menjadi salah satu warisan penting dari pemerintahan saat ini dalam upaya modernisasi sistem keuangan Indonesia. Redenominasi rupiah adalah proyek jangka panjang yang membutuhkan komitmen politik berkelanjutan.

Rancangan Undang-Undang Redenominasi Rupiah harus mengatur secara detail periode transisi, mekanisme penukaran uang lama ke uang baru, serta sanksi bagi pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi ini. Kejelasan hukum adalah fundamental.

Seluruh sektor keuangan, mulai dari perbankan hingga pasar modal, akan terdampak dan harus menyiapkan sistem mereka untuk mengakomodasi denominasi baru. Ini adalah pekerjaan rumah teknis yang sangat besar.

Diskusi publik dan konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk ekonom, pengusaha, dan asosiasi konsumen, juga harus diintensifkan seiring berjalannya proses RUU ini di parlemen.

Redenominasi rupiah yang terencana dengan baik diharapkan membawa efisiensi dan memperkuat kepercayaan publik terhadap mata uang nasional. Ini bukan hanya masalah nol, tetapi juga masalah persepsi dan kemudahan.

RUU Redenominasi Rupiah kini menjadi agenda prioritas Kemenkeu dengan target rampung pada tahun 2027.

Berita Terkait

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026
Industri Emas di Indonesia, Prasyarat Utama Menuju Ekosistem yang Sehat
Dean James Batal Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Harga Emas Hari Ini Minggu 1 Maret 2026, Grafik Antam dan UBS Terpantau Stagnan
Pemerintah Bebaskan Pajak Penghasilan 21 Peserta Magang Lulusan Perguruan Tinggi Hingga 2026
THR ASN Kapan Cair Kata Purbaya? Ini Bocoran Jadwal Lengkapnya
Bupati Kuningan Dorong Camat Percepat Penagihan PBB Demi Target PAD 2026
Farhan Bangga, Siswa SD Bandung Natanael Raih Juara Dunia Olimpiade Sains Di Amerika Serikat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Minggu, 12 April 2026 - 11:14 WIB

Industri Emas di Indonesia, Prasyarat Utama Menuju Ekosistem yang Sehat

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:08 WIB

Dean James Batal Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Minggu, 1 Maret 2026 - 09:29 WIB

Harga Emas Hari Ini Minggu 1 Maret 2026, Grafik Antam dan UBS Terpantau Stagnan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:27 WIB

Pemerintah Bebaskan Pajak Penghasilan 21 Peserta Magang Lulusan Perguruan Tinggi Hingga 2026

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB