Krisis Identitas Real Madrid, Transisi Galacticos Gagal Gantikan Era Kroos-Modric

icon berita mobile

- Penulis Berita

Selasa, 11 November 2025 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Krisis Identitas Real Madrid, Transisi Galacticos Gagal Gantikan Era Kroos-Modric

Krisis Identitas Real Madrid, Transisi Galacticos Gagal Gantikan Era Kroos-Modric

Real Madrid menghadapi krisis identitas lini tengah pasca-kepergian Toni Kroos (2024) dan Luka Modric (2025). Transisi Galacticos baru dinilai gagal total menggantikan peran dua konduktor legendaris tersebut, meninggalkan lubang besar dalam ritme permainan tim.

Hilangnya detak jantung Real Madrid terlihat saat ditahan Rayo Vallecano, di mana Jude Bellingham frustrasi atas minimnya suplai bola. Real Madrid kini memiliki kekuatan fisik pada Camavinga dan Valverde, namun tidak ada satupun yang mampu mengatur tempo atau “melambatkan waktu” seperti yang biasa dilakukan Toni Kroos dan Luka Modric.

Klub diyakini salah memprioritaskan investasi, lebih fokus mendatangkan Kylian Mbappe dan Endrick daripada mencari pengganti regista sepadan. Keputusan ini, menurut para analis, adalah kesalahan fatal karena mengabaikan fondasi lini tengah yang menjadi jiwa setiap dinasti Real Madrid, dari Redondo hingga era Kroos-Modric, katanya.

Baca Juga :  Ricuh Pertandingan di Solo Puluhan Suporter Ditangkap Akibat Bawa Flare ke Stadion

Bellingham memang tajam dalam mencetak gol, namun instingnya adalah penyerang, bukan pengatur tempo yang dibutuhkan tim saat tertekan. Tanpa ‘pendingin’ di lini tengah, Real Madrid kini terlalu bergantung pada kecepatan dan ledakan individu, sebuah strategi yang terbukti rapuh ketika menghadapi lawan yang disiplin menutup ruang dan mematikan ritme.

Real Madrid kini menjadi tim yang mengandalkan kecepatan, bukan lagi tim yang mengontrol ritme permainan. Florentino Perez mungkin percaya sepakbola modern tidak lagi membutuhkan konduktor klasik, namun sejarah membuktikan semua kejayaan Real Madrid selalu dimulai dari stabilitas lini tengah.

Krisis identitas lini tengah ini menjadi ujian terberat bagi generasi baru Galacticos yang sarat bintang namun miskin konduktor. Real Madrid mungkin masih akan meraih kemenangan, tetapi untuk mengembalikan keindahan murni yang pernah memikat dunia, mereka membutuhkan figur baru yang mampu mengubah 11 individu menjadi sebuah orkestra yang padu.

Baca Juga :  Jadwal Liga Champions: Liverpool vs Real Madrid, Siapa Kuasai Anfield?

Berita Terkait

Persib Siap Jaga Rekor Sempurna di GBLA Saat Jamu Arema, Hodak: “Kami di Situasi yang Bagus”
Persib Bandung Imbangi Dewa United 2-2 di Tengah Kontroversi Wasit
Shin Tae-yong: VO2 Max Pemain Timnas Indonesia Setara Anak SD pada 2020
PSSI dan FFF Perancis Bersinergi Dorong Pengembangan Sepak Bola Putri Indonesia
Gairah De Bruyne ke Sepakbola Mulai Pudar, Akhir Sebuah Era?
Beckham Putra Menggila di GBK: Brace ke Gawang St. Kitts & Nevis, Timnas Menang 4-0
Skuad 23 Pemain Timnas Indonesia Versi John Herdman untuk Hadapi St. Kitts and Nevis di FIFA Series 2026
Usai Libur Idulfitri, Andrew Jung Tancap Gas Latihan Lagi Jelang Lawan Semen Padang
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:36 WIB

Persib Siap Jaga Rekor Sempurna di GBLA Saat Jamu Arema, Hodak: “Kami di Situasi yang Bagus”

Selasa, 21 April 2026 - 09:10 WIB

Persib Bandung Imbangi Dewa United 2-2 di Tengah Kontroversi Wasit

Selasa, 14 April 2026 - 20:55 WIB

Shin Tae-yong: VO2 Max Pemain Timnas Indonesia Setara Anak SD pada 2020

Minggu, 12 April 2026 - 10:53 WIB

PSSI dan FFF Perancis Bersinergi Dorong Pengembangan Sepak Bola Putri Indonesia

Jumat, 10 April 2026 - 20:05 WIB

Gairah De Bruyne ke Sepakbola Mulai Pudar, Akhir Sebuah Era?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB