Ricuh Pertandingan di Solo Puluhan Suporter Ditangkap Akibat Bawa Flare ke Stadion

icon berita mobile

- Penulis Berita

Senin, 5 Januari 2026 - 03:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ricuh Pertandingan di Solo Puluhan Suporter Ditangkap Akibat Bawa Flare ke Stadion

Ricuh Pertandingan di Solo Puluhan Suporter Ditangkap Akibat Bawa Flare ke Stadion

Ketegangan pecah di tengah keriuhan pertandingan sepak bola yang berlangsung di Solo belum lama ini.

Laga yang seharusnya menjadi ajang unjuk sportivitas justru berakhir dengan tindakan tegas dari aparat keamanan terhadap puluhan orang yang hadir di tribun.

Pihak kepolisian terpaksa mengamankan sedikitnya puluhan penonton setelah ditemukan adanya pelanggaran serius terkait aturan keselamatan di dalam stadion.

Kejadian bermula ketika situasi di area penonton mulai memanas seiring berjalannya pertandingan yang cukup krusial bagi kedua tim. Di tengah sorak-sorai tersebut, kepulan asap mulai muncul dan mengganggu pandangan serta pernapasan para pengunjung lainnya. Penggunaan flare atau suar yang dilarang keras oleh regulasi pertandingan menjadi pemicu utama kericuhan tersebut pecah.

Aparat yang berjaga di lokasi tidak tinggal diam melihat situasi yang semakin tidak kondusif tersebut.

Petugas keamanan segera melakukan penyisiran ke titik-titik di mana api dan asap flare terlihat membubung tinggi. Tindakan ini diambil karena keberadaan benda-benda tersebut sangat membahayakan keselamatan ribuan pasang mata yang memenuhi tribun stadion di Solo itu. Proses pengamanan para suporter ini sempat diwarnai aksi saling dorong antara petugas dan kelompok penonton yang tidak terima rekannya dibawa.

Puluhan pemuda akhirnya digiring keluar dari area stadion untuk dimintai keterangan lebih lanjut oleh pihak berwajib.

Polisi mengonfirmasi bahwa penangkapan ini didasari oleh temuan barang bukti berupa flare yang telah dinyalakan maupun yang masih disimpan di dalam tas.

Baca Juga :  Dishub Solo Larang Total Bajaj Online Beroperasi, STNK dan TNKB Ilegal

Larangan membawa benda-benda berbahaya sebenarnya sudah disosialisasikan secara masif sebelum laga dimulai, namun nyatanya masih ada oknum yang nekat menyelundupkannya.

Penjagaan di pintu masuk yang sangat ketat ternyata belum sepenuhnya mampu membendung kreativitas negatif para oknum tersebut dalam menyembunyikan barang terlarang.

Kericuhan ini sempat membuat jalannya pertandingan terganggu selama beberapa saat karena konsentrasi penonton terpecah ke arah keributan di tribun.

Beberapa saksi mata di lokasi menyebutkan bahwa suasana sempat sangat mencekam ketika asap flare memenuhi sebagian besar sisi stadion. Suara ledakan kecil dari kembang api juga terdengar bersahutan, menambah kekacauan yang sedang terjadi. Meskipun demikian, wasit tetap berupaya melanjutkan jalannya permainan setelah koordinasi singkat dengan pengawas pertandingan dan pihak keamanan setempat.

Hingga saat ini, puluhan suporter tersebut masih berada di bawah pengawasan ketat kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Pihak penyelenggara menyatakan kekecewaannya atas insiden yang mencoreng wajah sepak bola di Solo ini. Mereka menegaskan bahwa sanksi berat menanti bagi siapa saja yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin di area pertandingan. Selain denda finansial, larangan memasuki stadion bagi oknum yang terlibat juga sedang dipertimbangkan dengan sangat serius.

Identitas para penonton yang ditangkap saat ini sedang didata secara mendalam untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Kepolisian resor kota setempat berjanji akan menindak tegas setiap bentuk provokasi yang dapat memicu kerusuhan lebih besar di masa mendatang. Pengamanan untuk laga-laga selanjutnya dipastikan akan ditingkatkan dua kali lipat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Pengecekan fisik di setiap pintu masuk tribun akan diperketat tanpa pengecualian bagi siapapun yang membawa tiket resmi.

Baca Juga :  Duel Klasik Super League: Persebaya Jamu Persija di Pekan ke-9

Sebagian besar suporter yang ditangkap diketahui merupakan pendukung fanatik dari salah satu tim yang sedang berlaga saat itu.

Namun, pihak manajemen klub bersangkutan langsung memberikan pernyataan bahwa mereka tidak mendukung tindakan anarkis dalam bentuk apa pun.

Mereka menyayangkan perilaku segelintir orang yang justru merugikan tim kesayangan mereka sendiri melalui sanksi yang mungkin akan dijatuhkan oleh operator liga. Penggunaan flare di dalam stadion memang menjadi isu sensitif yang terus diperangi oleh otoritas sepak bola dunia.

Aksi pembakaran flare ini dianggap sebagai bentuk pelanggaran protokol keselamatan yang tidak bisa ditoleransi dalam skala apa pun.

Udara di sekitar stadion pun sempat berbau menyengat akibat zat kimia yang terkandung dalam suar-suar tersebut.

Beberapa penonton wanita dan anak-anak dilaporkan mengalami sesak napas ringan dan harus segera dievakuasi ke area yang lebih terbuka. Tim medis yang bersiaga di pinggir lapangan pun tampak sibuk memberikan bantuan pertama kepada korban yang terdampak asap tebal tersebut.

Meski ada penangkapan massal, pertandingan akhirnya bisa diselesaikan hingga peluit panjang berbunyi.

Situasi di luar stadion pasca pertandingan dilaporkan sempat tegang karena rekan-rekan suporter yang ditangkap menanti kepastian di depan kantor polisi. Namun, koordinasi yang baik antara korlap suporter dan pihak keamanan berhasil meredam emosi massa yang sempat tersulut. Tidak ada laporan mengenai kerusakan fasilitas publik yang signifikan di luar area stadion akibat insiden penangkapan ini.

Baca Juga :  Kebangkitan Liverpool Libas Frankfurt 5-1, Akhiri Empat Kekalahan Beruntun

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang beredar di media sosial.

Proses hukum terhadap puluhan orang yang membawa flare tersebut akan dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur.

Kepolisian ingin memberikan efek jera agar tradisi membawa barang berbahaya ke dalam stadion sepak bola bisa benar-benar dihilangkan dari budaya suporter tanah air.

Kejadian di Solo ini menjadi catatan kelam lainnya dalam perjalanan industri sepak bola nasional yang sedang berusaha berbenah diri.

Masa depan kompetisi di kota ini sangat bergantung pada bagaimana perilaku para penontonnya dalam menjaga ketertiban selama acara berlangsung.

Dukungan yang luar biasa seharusnya ditunjukkan dengan nyanyian dan koreografi yang kreatif, bukan dengan tindakan yang membahayakan nyawa orang lain. Semua pihak berharap agar kejadian penangkapan puluhan orang ini menjadi titik balik bagi perbaikan sistem keamanan pertandingan sepak bola di Indonesia. Kerja sama antara polisi, panitia pelaksana, dan komunitas suporter adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan stadion yang ramah bagi keluarga.

Berita Terkait

Persib Siap Jaga Rekor Sempurna di GBLA Saat Jamu Arema, Hodak: “Kami di Situasi yang Bagus”
Persib Bandung Imbangi Dewa United 2-2 di Tengah Kontroversi Wasit
Shin Tae-yong: VO2 Max Pemain Timnas Indonesia Setara Anak SD pada 2020
PSSI dan FFF Perancis Bersinergi Dorong Pengembangan Sepak Bola Putri Indonesia
Gairah De Bruyne ke Sepakbola Mulai Pudar, Akhir Sebuah Era?
Beckham Putra Menggila di GBK: Brace ke Gawang St. Kitts & Nevis, Timnas Menang 4-0
Skuad 23 Pemain Timnas Indonesia Versi John Herdman untuk Hadapi St. Kitts and Nevis di FIFA Series 2026
Usai Libur Idulfitri, Andrew Jung Tancap Gas Latihan Lagi Jelang Lawan Semen Padang
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:36 WIB

Persib Siap Jaga Rekor Sempurna di GBLA Saat Jamu Arema, Hodak: “Kami di Situasi yang Bagus”

Selasa, 21 April 2026 - 09:10 WIB

Persib Bandung Imbangi Dewa United 2-2 di Tengah Kontroversi Wasit

Selasa, 14 April 2026 - 20:55 WIB

Shin Tae-yong: VO2 Max Pemain Timnas Indonesia Setara Anak SD pada 2020

Minggu, 12 April 2026 - 10:53 WIB

PSSI dan FFF Perancis Bersinergi Dorong Pengembangan Sepak Bola Putri Indonesia

Jumat, 10 April 2026 - 20:05 WIB

Gairah De Bruyne ke Sepakbola Mulai Pudar, Akhir Sebuah Era?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB