Desa Ponggok, Dulu Termiskin, Kini Miliarder Berkat Umbul Air

icon berita mobile

- Penulis Berita

Rabu, 1 Oktober 2025 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Umbul Air

Umbul Air

Desa Ponggok di Klaten, Jawa Tengah, kembali menjadi perbincangan karena kisah transformasinya yang luar biasa. Desa yang dulunya dikenal sebagai salah satu yang termiskin dan tertinggal, kini menjelma menjadi desa miliarder dengan Pendapatan Asli Desa (PAD) mencapai miliaran rupiah. Kunci sukses ini terletak pada pemanfaatan potensi lokal yang unik: umbul atau mata air jernih.

Kepala Desa Ponggok, Junaedi Mulyono, menyadari bahwa Sumber Daya Alam (SDA) desanya yang paling melimpah adalah air. Ia kemudian berinovasi dengan mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berfokus pada wisata air.

BUMDes dengan 11 Unit Usaha

BUMDes Ponggok kini menjadi mesin ekonomi desa dengan mengelola lebih dari 11 unit usaha, termasuk:

  1. Umbul Ponggok (Wisata Air): Menjadi ikon utama, terkenal dengan konsep snorkeling dan diving di air tawar yang jernih dengan latar belakang properti unik (motor, TV, dll.) di dasar air.
  2. Sektor Turunan Lain: Rental, kuliner, perikanan, hingga pengembangan teknologi digital desa.
Baca Juga :  Minibus Terseret Kereta Bandara di Kalideres, Pengemudi Alami Luka Serius

Total penghasilan BUMDes ini dilaporkan mencapai Rp14,2 miliar dengan pendapatan desa dari sektor wisata saja hampir Rp1 miliar. Aset BUMDes Ponggok juga melonjak drastis, dari sekitar Rp100 juta menjadi sekitar Rp20 miliar.

Investasi untuk Masa Depan

Keberhasilan finansial ini dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan warga. BUMDes Ponggok menjalankan program visioner:

  • Satu Rumah Satu Sarjana: Desa memberikan beasiswa sebesar Rp300.000 per bulan langsung ke rekening mahasiswa, memastikan generasi muda Ponggok memiliki akses ke pendidikan tinggi.
  • Peningkatan Kesejahteraan: Pendapatan rata-rata warga yang semula hanya sekitar Rp600.000 per bulan kini meningkat menjadi lebih dari Rp2 juta per bulan, mengentaskan desa dari kemiskinan.

Kisah Desa Ponggok sering dijadikan studi banding dan diakui sebagai model kemandirian desa di tingkat nasional, bahkan oleh pejabat tinggi negara. Ponggok membuktikan bahwa dengan kepemimpinan visioner dan inovasi berbasis potensi lokal, desa bisa menjadi pusat kemakmuran.

Baca Juga :  Lonjakan Pertumbuhan Ekonomi & Tantangan Inflasi, Menjaga Keseimbangan

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB