Pemusnahan 5,7 Ton Udang Tercemar Cesium-137 Selesai, Dekontaminasi Cikande Dikebut

icon berita mobile

- Penulis Berita

Sabtu, 15 November 2025 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Udang (Freepik)

Ilustrasi Udang (Freepik)

Pemerintah Indonesia telah memusnahkan 5,7 ton udang asal Indonesia yang terkontaminasi radionuklida Cesium-137 (Cs-137). Pemusnahan ini dilakukan menyusul temuan otoritas Amerika Serikat (AS) dan rekomendasi Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) serta Badan Karantina Indonesia (Barantin).

Deputi Pengendalian Pencemaran KLH, Rasio Ridho Sani, menjelaskan 494 kotak karton udang yang terkontaminasi dimusnahkan dengan insinerator bersuhu 900 derajat celcius, Sabtu (15/11/2025). Abu pembakaran kemudian disolidifikasi dengan beton dan ditempatkan di landfill Kelas 1 PT PPLI di bawah supervisi ketat Bapeten, BRIN, Barantin, dan KLH.

Bapeten menemukan kontaminasi Cs-137 pada kemasan luar udang, meski kadar pada udang (10,8 Bq/kg) masih jauh di bawah ambang batas aman 100 Bq/kg. Pemusnahan ini, menurut Rasio Ridho Sani, adalah implementasi prinsip kehati-hatian sesuai arahan Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq untuk menjaga reputasi ekspor dan keamanan konsumen.

Baca Juga :  Pemerintah Bebaskan Pajak Penghasilan 21 Peserta Magang Lulusan Perguruan Tinggi Hingga 2026

Rasio Ridho Sani juga melaporkan progres signifikan dekontaminasi di kawasan industri Cikande, Serang, yang menjadi sumber paparan Cs-137. “Fasilitas pabrik-pabrik yang terkontaminasi Cesium 137 telah selesai didekontaminasi dan sudah beroperasi kembali,” tuturnya. Sebanyak 975 ton material terkontaminasi kini telah dipindahkan ke penyimpanan sementara di PT Peter Metal Technology (PMT), dengan target seluruh proses pembersihan rampung akhir November ini.

Kontaminasi Cs-137 ini sebelumnya terdeteksi pada 22 perusahaan di Cikande dan Lampung Selatan, termasuk 3 industri makanan dengan paparan dosis tinggi. Kasus ini menjadi skandal internasional setelah Belanda dan AS menemukan paparan radiasi pada sepatu kets dan udang beku asal Indonesia, yang ditelusuri berasal dari tungku peleburan baja PT PMT yang diduga tercampur limbah medis.

Baca Juga :  Pemkot Bandung Penuhi Janji Khitan 'Ngadoor', Target 500 Anak di 2026

Pemusnahan 5,7 ton udang ini menjadi penutup babak darurat kontaminasi Cs-137, namun membuka evaluasi besar-besaran terhadap pengawasan limbah B3 di Indonesia. Kewajiban pemasangan Radiation Portal Monitoring (RPM) di semua industri peleburan logam kini menjadi harga mati yang harus dikawal Kemenperin untuk mencegah terulangnya bencana industri yang memalukan ini.

Berita Terkait

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026
Industri Emas di Indonesia, Prasyarat Utama Menuju Ekosistem yang Sehat
Dean James Batal Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Harga Emas Hari Ini Minggu 1 Maret 2026, Grafik Antam dan UBS Terpantau Stagnan
Pemerintah Bebaskan Pajak Penghasilan 21 Peserta Magang Lulusan Perguruan Tinggi Hingga 2026
THR ASN Kapan Cair Kata Purbaya? Ini Bocoran Jadwal Lengkapnya
Bupati Kuningan Dorong Camat Percepat Penagihan PBB Demi Target PAD 2026
Farhan Bangga, Siswa SD Bandung Natanael Raih Juara Dunia Olimpiade Sains Di Amerika Serikat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Minggu, 12 April 2026 - 11:14 WIB

Industri Emas di Indonesia, Prasyarat Utama Menuju Ekosistem yang Sehat

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:08 WIB

Dean James Batal Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Minggu, 1 Maret 2026 - 09:29 WIB

Harga Emas Hari Ini Minggu 1 Maret 2026, Grafik Antam dan UBS Terpantau Stagnan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:27 WIB

Pemerintah Bebaskan Pajak Penghasilan 21 Peserta Magang Lulusan Perguruan Tinggi Hingga 2026

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB