Pejabat Florida mengumumkan keberhasilan operasi penyelamatan anak terbesar dalam sejarah negara bagian itu, yang fokus pada kejahatan pedofilia. Jaksa Agung Florida James Uthmeier pada Senin (17/11/2025) mengonfirmasi 122 anak telah diselamatkan atau diidentifikasi dalam “Operation Home Holiday” (OHH).
Operasi yang berlangsung selama dua minggu itu menemukan para korban berusia 23 bulan hingga 17 tahun di berbagai kota besar seperti Tampa, Orlando, dan Jacksonville. Jangkauan operasi pedofilia ini meluas hingga ke 9 negara bagian lain, bahkan satu anak ditemukan di Meksiko dan satu di Guatemala.
Uthmeier menegaskan Florida tidak akan memberi ruang bagi kejahatan terhadap anak dan akan menuntut tersangka dengan hukuman maksimal. “Banyak anak-anak telah dilecehkan dengan cara tanpa kata-kata yang dapat digambarkan. Pemburu anak harus menjauh dari Florida. Anda tidak diterima di sini,” tegas Uthmeier.
Operasi OHH ini menunjukkan keseriusan Florida dalam membongkar jaringan predator yang selama ini bergerak senyap di lintas negara bagian. Keberhasilan menemukan korban hingga Meksiko, menurut Uthmeier, membuktikan bahwa kejahatan pedofilia adalah kejahatan terorganisir yang membutuhkan respons penegakan hukum yang terkoordinasi dan tanpa kompromi, katanya.
Pengumuman operasi pedofilia ini menyusul operasi terpisah “Sending Crime” (OCR) oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) di Florida. Kampanye OCR itu berhasil menangkap lebih dari 230 imigran ilegal, 150 di antaranya digambarkan sebagai “predator seksual” yang secara khusus menargetkan anak-anak.
Terungkapnya jaringan predator lintas negara bagian ini menjadi alarm keras bahwa kejahatan pedofilia tetap menjadi ancaman laten di era digital. Keberhasilan Florida menyelamatkan 122 anak harus menjadi momentum penegakan hukum untuk terus memburu pelaku, sekaligus memperkuat sistem perlindungan anak dari ancaman predator online maupun offline.






