Jutaan Peserta KIS Dicoret, Ini Penyebab Utama

icon berita mobile

- Penulis Berita

Rabu, 1 Oktober 2025 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jutaan Peserta KIS Dicoret,

Jutaan Peserta KIS Dicoret,

BERITAMOBILE.COM – Kementerian Sosial (Kemensos) dan BPJS Kesehatan secara serentak mengumumkan pembersihan data Peserta KIS Dicoret. Kebijakan ini berujung pada pencabutan status kepesertaan bagi jutaan warga miskin dan rentan. Langkah ini dilakukan berdasarkan hasil pembaruan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) terbaru.

Pencoretan massal ini memicu keresahan di masyarakat, terutama mereka yang sangat bergantung pada layanan KIS-PBI untuk berobat gratis. Banyak keluhan muncul karena warga yang merasa masih layak dan miskin, tiba-tiba tidak bisa menggunakan kartu mereka saat berobat di fasilitas kesehatan.

Data Ganda dan Perubahan Status Ekonomi Jadi Dalih

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menjelaskan bahwa Peserta KIS Dicoret ini bertujuan untuk memastikan subsidi kesehatan benar-benar tepat sasaran. Ia menyebut, alasan utama dicoretnya jutaan peserta adalah:

  1. Data Ganda: Adanya duplikasi NIK atau data identitas yang tidak valid.
  2. Perubahan Status Ekonomi: Peserta yang secara data sudah dianggap mampu berdasarkan indikator ekonomi terbaru di DTKS.
  3. Meninggal Dunia: Data peserta yang sudah meninggal namun belum terhapus.
Baca Juga :  Sidang Ijazah Jokowi, Dosen UGM Ungkap Proses Akademik dan Aturan Foto

“Kami menemukan banyak data yang tidak padan dengan Dukcapil. Selain itu, ada peserta yang sudah pindah status dari kategori miskin. Pembersihan ini dilakukan demi efisiensi dan akuntabilitas anggaran negara,” kata Ghufron dalam konferensi pers virtual.

Meskipun demikian, Kemensos mengakui bahwa proses pemadanan data ini belum sempurna dan berpotensi menimbulkan error.

Desakan Pembukaan Posko Pengaduan yang Humanis

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, melontarkan kritik keras terhadap Kemensos dan BPJS Kesehatan. Menurutnya, meskipun tujuannya baik, proses pencoretan ini dilakukan secara tidak humanis dan minim sosialisasi.

“Jutaan orang dicoret tanpa pemberitahuan yang jelas, dan mereka baru tahu ketika sakit dan akan berobat. Ini sangat menyedihkan. Kami mendesak BPJS dan Kemensos untuk segera membuka posko pengaduan yang mudah diakses dan memastikan proses pemulihan status KIS bagi warga yang dicoret secara keliru dapat dilakukan dengan cepat,” tegas Tulus.

Baca Juga :  Mahasiswi Tewas Tertabrak HR-V di Bundaran Cibiru Usai Jatuh dari Motor

Tulus juga mendesak agar kriteria “mampu” yang digunakan DTKS harus lebih transparan dan tidak hanya berdasarkan indikator kepemilikan aset yang kaku, melainkan harus mempertimbangkan kondisi sosial-ekonomi riil di lapangan. Kemensos berjanji akan menindaklanjuti semua aduan yang masuk melalui posko di tingkat kelurahan/desa.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB