Jeep dikritik keras setelah kedapatan menayangkan iklan pembelian mobil baru secara langsung di layar infotainment kendaraan pelanggan, Jumat (21/11/2025). Insiden ini menimpa pemilik Grand Cherokee 2022 dan memicu perdebatan mengenai praktik menjadikan mobil pribadi sebagai papan reklame berjalan.
Iklan promosi yang terekam pengguna Reddit itu menampilkan insentif bonus loyalitas $1.500 untuk pembelian Jeep baru. Carscoops mencatat Jeep seolah tidak peduli iklan tersebut mengganggu pelanggan, karena sebelumnya mereka juga pernah menayangkan promosi paket perpanjangan garansi.
Praktik iklan di mobil pribadi ini bukan hanya dilakukan oleh Jeep; Samsung baru-baru ini juga dikritik karena menampilkan pesan pemasaran di kulkas Family Hub yang mahal. Kulkas premium Samsung itu bahkan sempat menampilkan iklan layar penuh untuk acara TV Apple, meskipun pengguna dapat menonaktifkan fitur iklan tersebut.
Tren Iklan di mobil pribadi ini, menurut analis teknologi, menunjukkan ambisi produsen untuk memonetisasi setiap inci produk, bahkan setelah kendaraan terjual lunas. Kehadiran iklan yang tidak dapat ditolak di perangkat berharga mahal, seperti Jeep Grand Cherokee, secara fundamental merusak nilai kepemilikan dan mengubah mobil menjadi layanan berbasis langganan yang dikendalikan pabrikan, katanya.
Meskipun iklan tersebut menawarkan nomor telepon untuk menolak promosi, hal ini tetap menjadi preseden buruk yang mengikis kepercayaan konsumen. Iklan di mobil pribadi memunculkan kekhawatiran baru tentang privasi dan etika digital, terutama mengenai data yang dikumpulkan untuk menargetkan promosi yang sangat spesifik.
Kasus Jeep ini menjadi sinyal keras bagi seluruh industri otomotif bahwa upaya memonetisasi pengalaman berkendara dapat memicu perlawanan balik dari konsumen yang menuntut ruang digital pribadi di dalam mobil. Keputusan untuk menempatkan iklan di layar infotainment berisiko mengorbankan loyalitas pelanggan, sebuah harga yang jauh lebih mahal daripada keuntungan iklan jangka pendek.






