Kapal Nelayan Karam Dihantam Ombak, 7 Nelayan Hilang di Perairan Sumut

icon berita mobile

- Penulis Berita

Selasa, 25 November 2025 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Nelayan

Ilustrasi Nelayan

Sebanyak tujuh nelayan dilaporkan hilang setelah dua kapal penangkap ikan karam di perairan Sumatera Utara (Sumut) akibat dihantam ombak tinggi secara tiba-tiba. Tim gabungan SAR dan polisi kini mengerahkan kekuatan penuh untuk mencari tujuh nelayan hilang tersebut, sementara sembilan ABK lainnya berhasil selamat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menjelaskan insiden pertama terjadi di Perairan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Minggu (23/11/2025) sore. “Saat berada di perairan Tanjung Tiram, cuaca tiba-tiba memburuk dan gelombang tinggi menghantam perahu hingga terbalik,” urai Hery, seraya mengonfirmasi satu nelayan hilang dalam insiden Batubara tersebut.

Kecelakaan kedua yang lebih parah dialami KM Jaya Mandiri 5 di Perairan Kuala Tanjung, Kabupaten Asahan, Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB. Hery Marantika melaporkan, enam anak buah kapal (ABK) KM Jaya Mandiri 5 yang karam pasca melaut hingga saat ini masih belum ditemukan.

Baca Juga :  Pejabat Batam Tersangka Video Asusila Dinonaktifkan Namun Tetap Terima Gaji

Peristiwa karamnya dua kapal nelayan secara terpisah di Perairan Sumut dalam waktu yang berdekatan ini, menurut Hery, menunjukkan adanya risiko cuaca ekstrem mendadak di Selat Malaka. Kondisi cuaca yang berubah-ubah, gelombang tinggi, dan arus kuat menjadi tantangan terbesar yang dihadapi tim gabungan SAR di lapangan, katanya.

Seluruh unsur SAR, polisi, dan tim gabungan terus berupaya semaksimal mungkin dengan melakukan penyisiran intensif di permukaan laut. Hery mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca ekstrem sebelum melaut, mengingat keselamatan adalah prioritas utama.

Tragedi hilangnya tujuh nelayan di perairan Sumut ini kembali menjadi pengingat pahit akan risiko pekerjaan di laut. Insiden ini harus menjadi momentum bagi Pemprov Sumut untuk memperkuat sistem peringatan dini cuaca bagi komunitas nelayan Batubara dan Asahan.

Baca Juga :  Stafsus Presiden Tiar Karbala Puji Inovasi dan Daya Saing UMKM Sumedang

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB