Jaguar Land Rover (JLR) dikabarkan siap merombak total lini entry-level mewahnya dengan menjadikan Range Rover Evoque generasi ketiga sebagai kendaraan listrik (EV) murni. SUV premium ini akan dibangun di atas platform Modular Elektrokimia (EMA) baru, menandai komitmen penuh JLR terhadap elektrifikasi.
Platform EMA dirancang secara khusus untuk powertrain listrik dan juga akan menjadi dasar bagi generasi baru Velar serta model “Defender Sport” yang akan datang. Ketiga model listrik ini direncanakan diproduksi di pabrik JLR Halewood, Inggris, dengan baterai dipasok dari fasilitas Agratas milik Tata.
Platform EMA baru ini mengusung arsitektur listrik 800 volt, yang merupakan standar tertinggi untuk EV saat ini, menjanjikan pengisian daya super cepat. Keputusan menjadikan Range Rover Evoque sebagai mobil listrik penuh ini sangat drastis, mengingat model Evoque saat ini masih memiliki varian plug-in hybrid (PHEV) P300w dengan baterai 14,9 kWh.
Langkah JLR menjadikan Range Rover Evoque sebagai mobil listrik murni ini, menurut analis, adalah pertaruhan berani untuk bersaing langsung dengan Tesla Model Y dan BMW iX1 di segmen compact luxury. Dengan sepenuhnya meninggalkan mesin bensin, JLR menunjukkan keseriusan untuk memutus rantai ketergantungan bahan bakar fosil demi meraih pangsa pasar EV premium yang kian kompetitif, katanya.
Keputusan JLR memproduksi model Velar yang lebih besar, Evoque, dan Defender Sport baru di atas satu platform (EMA) di Halewood menunjukkan efisiensi strategis. Langkah ini memastikan bahwa lini produk Range Rover di segmen bawah akan sepenuhnya beralih ke EV murni.
Transformasi Evoque menjadi EV murni menegaskan bahwa ikon luxury sekalipun harus beradaptasi dengan tuntutan emisi nol. Keberhasilan peluncuran Range Rover Evoque listrik di Halewood akan menjadi ujian sesungguhnya bagi JLR dalam memadukan warisan desain klasik dengan teknologi elektrifikasi masa depan.






