Korupsi Kredit Bank Pemerintah Di Siak, Kejari Tetapkan 5 Tersangka, Kerugian Rp 9,9 Miliar

icon berita mobile

- Penulis Berita

Kamis, 27 November 2025 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korupsi Kredit Bank Pemerintah Di Siak, Kejari Tetapkan 5 Tersangka, Kerugian Rp 9,9 Miliar

Korupsi Kredit Bank Pemerintah Di Siak, Kejari Tetapkan 5 Tersangka, Kerugian Rp 9,9 Miliar

Tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak, Riau, menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan pemberian kredit di bank milik pemerintah tahun 2022. Kelima tersangka, termasuk pejabat bank dan ketua kelompok tani, disangkakan merugikan keuangan negara sebesar Rp9,9 miliar.

Kepala Seksi Pidsus Kejari Siak, Juriko, mengonfirmasi EM (Asisten Manajer Pembinaan Mikro bank) Cabang Perawang ditetapkan bersama empat pengurus Kelompok Tani MSKB dan KUD BM. Modusnya, para pengurus kelompok tani (WR, WG, S) meminta EM memanipulasi persetujuan pinjaman setelah ajuan mereka ditolak bank.

EM, yang memiliki kewenangan memutus kredit, menekan dan mengancam bawahannya agar meloloskan ajuan tersebut. Data 117 calon nasabah yang tidak valid (tidak ada NPWP, domisili di luar area) tetap diproses, sehingga setiap nasabah mendapat plafon Rp125 juta.

Baca Juga :  RSUD ASA Depok Buka Layanan Hemodialisa, Pasien Gagal Ginjal Tak Perlu ke Luar Kota

Kasus korupsi kredit di Siak ini menunjukkan pola kejahatan terorganisir yang memanfaatkan kelemahan birokrasi perbankan di tingkat unit mikro. Penyelewengan ini tidak hanya menguntungkan EM dan pengurus kelompok tani, tetapi juga meninggalkan 87 nasabah tak bersalah masuk daftar hitam kredit macet, merusak kepercayaan publik terhadap penyaluran kredit program di daerah, katanya.

Atas perbuatan mereka, kelima tersangka dijerat pasal berlapis UU Tindak Pidana Korupsi dan KUHP. Juriko mengatakan, kelimanya ditahan selama 20 hari ke depan, untuk memastikan proses penyidikan berjalan lancar.

Penetapan tersangka oleh Kejari Siak ini menjadi peringatan keras bagi pejabat perbankan dan pengurus koperasi yang bermain-main dengan dana publik. Pengungkapan korupsi kredit di bank pemerintah ini membuktikan bahwa pengawasan ketat harus dilakukan di level unit mikro, di mana potensi penyelewengan dana APBN sangat tinggi.

Baca Juga :  Patroli Udara Pastikan Pengamanan Ketat MotoGP Mandalika 2025

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB