Badan Geologi dan COSL Mulai Survei Seismik 3D di Teluk Tomini untuk Percepatan Eksplorasi Migas

icon berita mobile

- Penulis Berita

Selasa, 2 Desember 2025 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Geologi dan COSL Mulai Survei Seismik 3D di Teluk Tomini untuk Percepatan Eksplorasi Migas

Badan Geologi dan COSL Mulai Survei Seismik 3D di Teluk Tomini untuk Percepatan Eksplorasi Migas

Upaya pemerintah mempercepat eksplorasi minyak dan gas bumi kembali mendapatkan dorongan baru. Badan Geologi Kementerian ESDM resmi menggandeng China Oilfield Services Limited (COSL) untuk melaksanakan survei seismik tiga dimensi (3D) di Teluk Tomini, Provinsi Gorontalo. Langkah ini menjadi bagian dari strategi eksplorasi masif yang dicanangkan pemerintah untuk membuka peluang penemuan cadangan migas baru di wilayah timur Indonesia.

Survei Masif untuk Dorong Investasi Energi

Kepala Pusat Survei Geologi Badan Geologi, Edy Slameto, mengatakan bahwa survei 3D di Teluk Tomini merupakan kelanjutan dari program eksplorasi nasional yang bertujuan menyediakan data bawah permukaan yang lebih detail dan akurat. Dengan data resolusi tinggi, wilayah kerja migas diharapkan semakin menarik bagi para investor global.

Baca Juga :  UFC 324, Mantan Juara Kelas Menengah Percaya Kemampuan Paddy Pimblett

Menurut Edy, kapal survei Hai Yang Shi You 760 telah tiba dan siap beroperasi setelah melalui proses pengecekan kesiapan serta rapat koordinasi awal. Kapal ini akan merekam data seismik 3D yang memungkinkan pemerintah melihat struktur batuan secara lebih presisi dibanding survei dua dimensi (2D) yang pernah dilakukan sebelumnya.

Potensi Besar di Cekungan Gorontalo

Cekungan Gorontalo di Teluk Tomini menjadi target utama karena termasuk cekungan sedimen prospektif yang pernah menunjukkan indikasi potensi migas. Survei 2D sebelumnya memberikan gambaran awal yang cukup baik, namun belum cukup untuk menentukan titik pengeboran secara akurat. Melalui survei 3D, pemerintah ingin meningkatkan keyakinan perusahaan migas dalam mengambil keputusan eksplorasi.

Baca Juga :  Pemulung Lansia Ditemukan Meninggal di Taman ITB Jatinangor, Diduga Karena Sakit

Edy mengaitkan langkah ini dengan arahan Presiden Prabowo mengenai ketahanan energi. Ia menyebut bahwa Indonesia memiliki 128 cekungan sedimen, namun baru 20 cekungan yang sudah menghasilkan migas.

Masih ada 108 cekungan lain yang belum dieksplorasi, dan jika 20–30 persen di antaranya memiliki potensi migas, jumlahnya sudah cukup signifikan untuk mendorong target lifting nasional menuju 1 juta barel per hari.

Proses Survei Berlangsung 40 Hari

Pelaksanaan survei seismik 3D menggunakan kapal COSL diperkirakan berlangsung selama sekitar 40 hari, dilanjutkan dengan tahap pemrosesan data yang memakan waktu satu hingga dua bulan. Setelah seluruh rangkaian selesai, data tersebut akan dievaluasi dan diserahkan ke Kementerian ESDM sebagai bahan penawaran kepada para investor migas.

Baca Juga :  WMO: Iklim Global Masuk Status Darurat, 2025 Jadi Salah Satu Tahun Terpanas dalam Sejarah

Meski hasil awal masih berupa estimasi spekulatif, Edy menegaskan bahwa data tersebut sudah jauh lebih berharga dibandingkan wilayah tanpa survei sama sekali. Pemerintah berharap data baru ini dapat memicu minat eksplorasi dan menemukan lapangan migas baru di masa mendatang.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB