Mercedes-Benz menghadirkan solusi “jalan tengah” bagi konsumen yang belum siap beralih sepenuhnya ke mobil listrik. Melalui CLA220 Hybrid 2027, pabrikan Jerman ini menawarkan efisiensi bahan bakar dan emisi lebih rendah, tanpa keharusan bergantung pada infrastruktur pengisian daya.
Model ini dikembangkan di atas Mercedes Modular Architecture (MMA), platform baru yang dirancang fleksibel untuk mesin bensin maupun listrik. Pendekatan ini memungkinkan Mercedes menjaga desain dan pengalaman berkendara yang familiar, sekaligus memberi pilihan teknologi sesuai kebutuhan pengguna.
CLA220 Hybrid mengandalkan mesin bensin 1.5L turbo FAME (Family of Modular Engines) yang dipadukan dengan transmisi 8-percepatan eDCT dual-clutch. Berbeda dari hibrida konvensional, motor listrik ditempatkan di dalam gearbox, bukan di antara mesin dan transmisi. Konfigurasi ini memungkinkan mobil melaju dengan tenaga listrik murni di semua gigi, serta membantu mesin bensin saat akselerasi.
Sistem juga dilengkapi kopling tambahan yang dapat memutus mesin sepenuhnya saat mobil meluncur atau beroperasi dalam mode listrik. Total output sistem mencapai sekitar 208 hp dengan torsi ±380 Nm. Baterai lithium-ion 1,3 kWh memberi daya pada motor sekitar 30 hp, cukup untuk berkendara pelan di kota, lalu lintas padat, atau menjaga kecepatan konstan di jalan tol.
Mercedes belum merilis angka konsumsi resmi. Namun, estimasi MotorTrend menyebut konsumsi dapat mendekati ±6 liter/100 km (di atas 40 mpg)—jauh lebih irit dibanding CLA bensin murni (~7,8 l/100 km). Faktor aerodinamika juga berperan besar, dengan koefisien drag 0,21 yang sangat rendah di kelasnya.
Dalam penggunaan nyata, karakter berkendaranya disebut mirip “Toyota Prius versi Jerman”. Pada throttle ringan, sistem memaksimalkan motor listrik sehingga start terasa halus. Saat butuh tenaga lebih, mesin bensin akan menyusul. Kekurangannya, terdapat sedikit jeda respons ketika akselerasi mendadak terutama saat masuk jalur cepat. Mode Sport melalui Dynamic Select menjadi solusi, membuat mesin bensin selalu aktif dan respons gas lebih sigap, meski konsumsi BBM meningkat.
Secara tampilan, CLA220 Hybrid sulit dibedakan dari versi listriknya. Perbedaan utama ada pada grille dan emblem “220”. Di dalam, nuansa khas Mercedes hadir lewat cluster digital 10,3 inci. Opsi Super Screen menambahkan layar tengah 14 inci serta layar penumpang 14 inci.
Fitur unggulan meliputi Mercedes Virtual Assistant berbasis AI, Google Maps terintegrasi, dan sistem audio Dolby Atmos. Kursi depan bergaya sporty memberikan dukungan baik, sementara kursi belakang cukup nyaman untuk dewasa, terbantu oleh sunroof panoramik yang meningkatkan kesan lapang.
Mercedes-Benz CLA220 Hybrid 2027 diperkirakan meluncur paruh kedua 2026 dengan harga awal sekitar US$50.000. Dengan kombinasi bensin–listrik, model ini ditujukan bagi konsumen yang ingin lebih hemat BBM dan ramah lingkungan, namun tetap menginginkan kepraktisan tanpa “cemas mencari charger”.






