Merger BUMN Dipercepat ke 2026, Danantara Pastikan Tidak Ada PHK

icon berita mobile

- Penulis Berita

Senin, 15 Desember 2025 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BUMN

BUMN

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memutuskan untuk mempercepat proses merger badan usaha milik negara (BUMN). Konsolidasi yang semula ditargetkan rampung pada 2027 kini dipercepat dan ditargetkan selesai pada 2026.

Senior Director Business Performance & Assets Optimization Danantara Indonesia, Bhimo Aryanto, menjelaskan percepatan ini dilakukan karena keterbatasan waktu dan tuntutan efisiensi yang semakin mendesak. Menurutnya, seluruh BUMN kini diminta bergerak lebih cepat, sementara Danantara melakukan pengawasan manajemen secara intensif setiap hari.

Danantara berencana melakukan konsolidasi terhadap total 1.067 perusahaan BUMN beserta entitas turunannya. Dari jumlah tersebut, akan disederhanakan menjadi sekitar 250 perusahaan melalui proses efisiensi dan penggabungan bisnis. Meski demikian, Bhimo menegaskan bahwa percepatan merger ini tidak akan diiringi dengan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca Juga :  Proyek Energi Terbarukan JETP Berlanjut, Sorot Tenaga Surya dan Angin

Ia menekankan bahwa efisiensi akan dilakukan melalui berbagai skema, termasuk realokasi sumber daya manusia antarperusahaan. Opsi seperti golden handshake tetap diperhitungkan secara matang agar tetap memberikan tingkat pengembalian investasi (IRR) yang sehat, tanpa harus melakukan PHK massal.

Selain penataan struktur perusahaan, restrukturisasi juga akan menyasar efisiensi biaya operasional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah pengurangan jumlah direksi dan komisaris di perusahaan hasil merger. Dengan struktur yang lebih ramping, Danantara berharap BUMN dapat menjadi lebih kompetitif dan adaptif menghadapi tantangan bisnis ke depan.

Sejumlah BUMN telah masuk dalam rencana penggabungan. Di sektor transportasi dan logistik, Pelindo, Pelni, dan ASDP akan dikonsolidasikan. Sementara di sektor perkeretaapian, PT KAI akan digabung dengan PT INKA. Di bidang perkebunan dan kehutanan, PTPN akan digabung dengan Perhutani. Adapun holding rumah sakit BUMN akan dikonsolidasikan dengan Bio Farma.

Baca Juga :  Kebijakan BI Memanas Suku Bunga Diprediksi Turun ke 4,50%

Khusus untuk BUMN Karya, tujuh perusahaan akan disederhanakan menjadi tiga entitas. PT Waskita Karya Tbk akan digabung dengan PT Hutama Karya, PT Nindya Karya akan disatukan dengan PT Brantas Abipraya dan PT Adhi Karya Tbk, sementara PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) akan digabung dengan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP).

Dengan percepatan merger ini, Danantara menargetkan terciptanya BUMN yang lebih efisien, sehat secara finansial, dan memiliki daya saing yang lebih kuat, tanpa mengorbankan tenaga kerja yang ada.

Berita Terkait

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026
Industri Emas di Indonesia, Prasyarat Utama Menuju Ekosistem yang Sehat
Dean James Batal Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Harga Emas Hari Ini Minggu 1 Maret 2026, Grafik Antam dan UBS Terpantau Stagnan
Pemerintah Bebaskan Pajak Penghasilan 21 Peserta Magang Lulusan Perguruan Tinggi Hingga 2026
THR ASN Kapan Cair Kata Purbaya? Ini Bocoran Jadwal Lengkapnya
Bupati Kuningan Dorong Camat Percepat Penagihan PBB Demi Target PAD 2026
Farhan Bangga, Siswa SD Bandung Natanael Raih Juara Dunia Olimpiade Sains Di Amerika Serikat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Minggu, 12 April 2026 - 11:14 WIB

Industri Emas di Indonesia, Prasyarat Utama Menuju Ekosistem yang Sehat

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:08 WIB

Dean James Batal Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Minggu, 1 Maret 2026 - 09:29 WIB

Harga Emas Hari Ini Minggu 1 Maret 2026, Grafik Antam dan UBS Terpantau Stagnan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:27 WIB

Pemerintah Bebaskan Pajak Penghasilan 21 Peserta Magang Lulusan Perguruan Tinggi Hingga 2026

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB