Raksasa otomotif asal China, BYD, dilaporkan sedang menyiapkan lini kendaraan terbaru di segmen truk pickup yang dijuluki sebagai “Baby Shark”. Kendaraan ini diposisikan tepat di bawah BYD Shark 6 dan dirancang untuk menyasar konsumen yang menginginkan fungsionalitas pickup dalam dimensi tubuh yang lebih kecil dan praktis.
Meskipun belum memiliki nama resmi, data dari Kantor Kekayaan Intelektual Uni Eropa menunjukkan bahwa model ini akan menggunakan sasis unibody (monokok), yang menempatkannya di kelas yang sama dengan pesaing tangguh seperti Ford Maverick dan Hyundai Santa Cruz.
Desain “Dragon Face” dan Estetika SUV
Berbeda dengan pickup tradisional yang cenderung kaku, Baby Shark mengusung estetika yang lebih halus dan modern. Banyak pengamat otomotif menyebutnya sebagai “konversi internal” dari SUV BYD Sealion 6 (Seal U).
Beberapa detail desain yang menonjol meliputi:
-
Wajah Depan: Menggunakan bahasa desain Dragon Face khas BYD yang menyerupai model Atto 3 dan Seal.
-
Struktur Tubuh: Desain kabin dan bak kargo yang menyatu secara mulus (seamless), memberikan kesan modern dan aerodinamis.
-
Sentuhan Off-road: Dilengkapi dengan cladding hitam pada bodi, rak atap (roof rack), serta sports bar di bagian belakang untuk mempertegas kesan petualang.
Interior Mewah dan Fitur Canggih
Masuk ke bagian dalam, interior pickup ini sangat identik dengan kemewahan BYD Sealion 6. Fokus pada segmen high-end terlihat dari penggunaan material kulit pada dasbor dan pintu. Fitur teknologi yang disematkan meliputi:
-
Layar sentuh sentral 15,6 inci yang dapat berputar.
-
Panel instrumen digital 12,3 inci dan layar Head-Up Display (HUD).
-
Konektivitas nirkabel Apple CarPlay dan Android Auto.
-
Sunroof panorama dan lantai kabin rata untuk kenyamanan ekstra.
-
Fitur V2L (Vehicle-to-Load) yang memungkinkan bak kargo digunakan sebagai sumber daya perangkat elektronik luar.
Performa Hybrid DM-i yang Bertenaga
Dapur pacu Baby Shark mengandalkan teknologi Plug-in Hybrid (PHEV) dengan arsitektur DM-i dan sistem penggerak empat roda (4WD).
-
Mesin: 1.5L Turbocharged 4-silinder dikombinasikan dengan dua motor listrik.
-
Output: Tenaga maksimum 319 hp dan torsi 550 Nm.
-
Baterai: Menggunakan Blade Battery berkapasitas 18,3 kWh.
-
Jangkauan: Mampu menempuh jarak sekitar 80 km hanya dengan tenaga listrik, dan total jarak tempuh mencapai hampir 1.000 km dalam mode kombinasi.
Produksi massal pickup ringkas ini dijadwalkan akan dimulai pada awal tahun 2026. Meskipun belum bisa menembus pasar Amerika Serikat, BYD berencana mengekspansi model ini ke berbagai pasar global untuk bersaing dengan RAMpage, Geely Radar RD6, dan Deepal E07.






