Robotaksi Waymo Diselidiki Regulator California Usai Lumpuh Akibat Pemadaman Listrik

icon berita mobile

- Penulis Berita

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemadaman listrik yang luas di San Francisco mengekspos kelemahan fatal taksi self-propelled Waymo: sistem tidak dapat beroperasi sendiri ketika seluruh lampu sinyal lalu lintas berhenti bekerja.

Pemadaman listrik yang luas di San Francisco mengekspos kelemahan fatal taksi self-propelled Waymo: sistem tidak dapat beroperasi sendiri ketika seluruh lampu sinyal lalu lintas berhenti bekerja.

Insiden pemadaman listrik skala besar di San Francisco baru-baru ini mengungkap kelemahan fatal pada sistem taksi otonom milik Waymo. Pemadaman yang dipicu oleh kebakaran di stasiun Pacific Gas & Electric (PG&E) tersebut tidak hanya berdampak pada 130.000 penduduk, tetapi juga menyebabkan puluhan robotaksi Waymo terhenti total di tengah persimpangan jalan.

Kondisi ini memaksa Komisi Utilitas Publik California (CPUC) untuk meluncurkan penyelidikan mendalam guna meninjau kembali kemampuan kendaraan tanpa pengemudi ini dalam menghadapi situasi darurat yang tidak terduga.

Lumpuhnya armada Waymo terjadi karena sistem kemudi otonom mereka mengalami kegagalan saat seluruh lampu sinyal lalu lintas di kota mati. Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan mobil-mobil robot tersebut hanya bisa menyalakan lampu peringatan tanpa mampu bergerak maju, sehingga memperparah kemacetan di tengah kekacauan lalu lintas kota.

Baca Juga :  Maduro Ditangkap dan Dibawa ke AS, Venezuela Tuntut Pembebasan Segera

Meskipun pihak Waymo mengklaim bahwa sistem mereka dirancang untuk menangani persimpangan tanpa sinyal, skala kegagalan daya yang masif kali ini terbukti membuat sistem kecerdasan buatan mereka tidak mampu merespons dengan cepat, yang berujung pada terdamparnya kendaraan dalam waktu lama.

Insiden ini sekali lagi menyoroti tantangan berat dalam komersialisasi taksi robot di Amerika Serikat. Regulator, termasuk CPUC dan otoritas kendaraan bermotor (DMV), kini berada di bawah tekanan untuk memperketat pengawasan terhadap keselamatan publik.

Kejadian ini menambah daftar panjang kontroversi yang dihadapi Waymo di California, setelah sebelumnya perusahaan di bawah naungan Alphabet ini mendapat kecaman akibat insiden kecelakaan fatal yang melibatkan pengemudi lain serta gangguan saat bertemu dengan bus sekolah di jalanan.

Baca Juga :  Ratusan Pasukan Rusia Masuk Kota Kunci Ukraina, Situasi Memburuk

Di sisi lain, situasi ini menjadi panggung persaingan bagi kompetitor seperti Tesla. Elon Musk dilaporkan membagikan rekaman yang menunjukkan kemampuan sistem self-driving Tesla yang tetap dapat beroperasi meski lampu lalu lintas padam. Menanggapi penyelidikan regulator, juru bicara Waymo menyatakan komitmen perusahaan untuk mengintegrasikan pelajaran dari insiden ini ke dalam pembaruan teknologi mereka.

Waymo berjanji akan meningkatkan kemampuan adaptasi perangkat lunaknya agar gangguan serupa di masa depan tidak lagi melumpuhkan operasional armada mereka yang kini telah mencapai lebih dari 2.500 unit di berbagai negara bagian.

Berita Terkait

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India
Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang
Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme
Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori
Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya
IPO GIFT City Pertama di India Resmi Dibuka 16 Maret, Era Baru Finansial
Hizbullah Serang Israel, Eskalasi Ketegangan di Perbatasan Lebanon
AI Mengubah Lapangan Kerja di Rumania, Transformasi dan Masa Depan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:01 WIB

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India

Minggu, 12 April 2026 - 11:05 WIB

Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang

Jumat, 10 April 2026 - 20:12 WIB

Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:03 WIB

Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori

Senin, 23 Maret 2026 - 21:15 WIB

Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB