Maduro Ditangkap dan Dibawa ke AS, Venezuela Tuntut Pembebasan Segera

icon berita mobile

- Penulis Berita

Minggu, 4 Januari 2026 - 15:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar Laman platform Truth Social milik Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Tangkapan layar Laman platform Truth Social milik Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya dilaporkan telah ditangkap dan dibawa ke Amerika Serikat untuk menghadapi proses hukum di New York. Penahanan tersebut memicu reaksi keras dari pemerintah Venezuela dan memicu protes publik.

Menurut sejumlah laporan dan rekaman video yang beredar, pesawat militer yang membawa Maduro dan istrinya mendarat di Pangkalan Udara Garda Nasional Stewart, Newburgh, Negara Bagian New York, pada Sabtu (3/1/2026) sore waktu setempat atau Minggu (4/1/2026) pagi WIB.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat membuka surat dakwaan yang menyebutkan bahwa Maduro akan menghadapi berbagai tuduhan berat, termasuk konspirasi terorisme narkotika, konspirasi impor kokaina, serta kepemilikan senapan mesin dan perangkat perusak. Sidang perdana dijadwalkan berlangsung pekan depan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York.

Baca Juga :  World Saree Day Rayakan Keindahan Warisan Budaya dan Sejarah Tekstil India

Penangkapan ini langsung menuai kontroversi. Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, menyatakan telah menghubungi langsung Presiden AS Donald Trump untuk menyampaikan penolakannya terhadap tindakan tersebut. Mamdani menilai langkah itu sebagai upaya penggulingan rezim yang bertentangan dengan hukum federal Amerika Serikat maupun hukum internasional.

Di sisi lain, aksi protes juga terjadi di sekitar pangkalan udara Newburgh. Sejumlah demonstran menyuarakan penentangan terhadap intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela serta menuntut penghormatan terhadap kedaulatan negara tersebut.

Reaksi keras juga datang dari Caracas. Dalam sidang Dewan Pertahanan Nasional Venezuela yang disiarkan televisi nasional, Wakil Presiden Delcy Rodriguez secara tegas menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro dan istrinya. Pemerintah Venezuela menyebut penahanan tersebut sebagai tindakan ilegal dan provokatif.

Baca Juga :  Trump Ancam Keluarkan Spanyol dari NATO, Tegaskan Sikap Keras soal Komitmen Pertahanan

Hingga kini, situasi diplomatik antara Amerika Serikat dan Venezuela diperkirakan akan semakin memanas, sementara perhatian dunia tertuju pada perkembangan proses hukum yang akan dijalani Presiden Venezuela di New York.

Berita Terkait

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India
Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang
Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme
Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori
Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya
IPO GIFT City Pertama di India Resmi Dibuka 16 Maret, Era Baru Finansial
Hizbullah Serang Israel, Eskalasi Ketegangan di Perbatasan Lebanon
AI Mengubah Lapangan Kerja di Rumania, Transformasi dan Masa Depan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:01 WIB

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India

Minggu, 12 April 2026 - 11:05 WIB

Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang

Jumat, 10 April 2026 - 20:12 WIB

Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:03 WIB

Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori

Senin, 23 Maret 2026 - 21:15 WIB

Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB