Meta Gunakan Data Obrolan AI untuk Target Iklan di Facebook dan Instagram

icon berita mobile

- Penulis Berita

Jumat, 3 Oktober 2025 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meta AI

Meta AI

Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, memicu kontroversi baru setelah mengumumkan akan mulai memanfaatkan data percakapan pengguna dengan chatbot AI sebagai bahan untuk menayangkan iklan bertarget. Kebijakan ini dijadwalkan berlaku pada 16 Desember 2025.

Menurut laporan Wall Street Journal, langkah Meta dianggap melewati batas baru dalam isu privasi digital. Data dari obrolan dengan produk Meta AI nantinya akan dipakai sebagai sinyal preferensi, yang kemudian diproses untuk menampilkan iklan sesuai minat pengguna di Facebook maupun Instagram.

Christy Harris, kepala kebijakan privasi Meta, menjelaskan bahwa mekanisme ini bertujuan meningkatkan relevansi iklan. Contohnya, jika seseorang sering berbincang mengenai aktivitas hiking, maka iklan sepatu atau perlengkapan pendakian akan lebih sering muncul di berandanya.

Baca Juga :  Samsung Galaxy Book6 Meluncur dengan Prosesor Intel Terbaru dan Fitur AI

Namun, kebijakan tersebut menuai kritik karena pengguna tidak memiliki opsi untuk menolak atau mematikan fitur ini. Meta memang menegaskan bahwa ada batasan tertentu: percakapan yang menyangkut pandangan politik, keyakinan agama, orientasi seksual, kesehatan, serta asal-usul ras tidak akan digunakan untuk menayangkan iklan.

Selain itu, percakapan lama sebelum tanggal 16 Desember tidak akan dimasukkan dalam basis data iklan. Dengan begitu, hanya obrolan setelah aturan berlaku yang dipakai dalam sistem personalisasi konten.

Kebijakan ini tidak akan diterapkan di kawasan yang memiliki regulasi privasi ketat, seperti Uni Eropa, Inggris, dan Korea Selatan. Meta menilai kebijakan di wilayah tersebut tidak memungkinkan praktik pengumpulan data obrolan untuk tujuan komersial.

Baca Juga :  12 Persen Pekerjaan Global Terancam Digantikan Teknologi Kecerdasan Buatan

Bagi Mark Zuckerberg, personalisasi adalah kunci dari strategi masa depan Meta. Ia menggambarkan visi perusahaan di mana setiap pengguna dapat mengandalkan asisten AI pribadi yang sangat cerdas, dengan layanan yang terus menyesuaikan diri berdasarkan percakapan sehari-hari.

Meski begitu, muncul pertanyaan besar soal privasi. Para pakar keamanan siber menilai bahwa kebijakan ini dapat menimbulkan risiko penyalahgunaan data serta memperluas ruang lingkup pengawasan digital terhadap pengguna.

Berita Terkait

Teknologi Estetika dan Perawatan Preventif, Tren yang Diminati, Amankah?
Pemimpin Teknologi di Dewan Sains Trump, Jensen Huang dan Mark Zuckerberg Resmi Bergabung
Ramadan sebagai Momentum Rekonsiliasi Sosial di Era AI yang Menantang
Perlindungan Digital Nasional, Menteri Komdigi Resmi Larang Akun Medsos bagi Anak di Bawah 16 Tahun
Google Gemini Bantu Optimalkan Aktivitas Ramadhan Lebih Produktif
Samsung Berhasil Uji Coba Teknologi Jaringan 6G Terbaru
Robot Penari di Beijing, Bukti Nyata Pesatnya Kemajuan Teknologi Tiongkok
Harga Samsung Galaxy A55 5G, HP Mid-Range Premium dengan Performa Kencang
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:18 WIB

Teknologi Estetika dan Perawatan Preventif, Tren yang Diminati, Amankah?

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:13 WIB

Pemimpin Teknologi di Dewan Sains Trump, Jensen Huang dan Mark Zuckerberg Resmi Bergabung

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:07 WIB

Ramadan sebagai Momentum Rekonsiliasi Sosial di Era AI yang Menantang

Minggu, 8 Maret 2026 - 11:06 WIB

Perlindungan Digital Nasional, Menteri Komdigi Resmi Larang Akun Medsos bagi Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 1 Maret 2026 - 09:35 WIB

Google Gemini Bantu Optimalkan Aktivitas Ramadhan Lebih Produktif

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB