Tolak Retribusi Diduga Ilegal, Pemilik Penginapan Pantai Santolo Jadi Korban Penganiayaan

icon berita mobile

- Penulis Berita

Senin, 29 Desember 2025 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tolak Retribusi Diduga Ilegal, Pemilik Penginapan Pantai Santolo Jadi Korban Penganiayaan

Tolak Retribusi Diduga Ilegal, Pemilik Penginapan Pantai Santolo Jadi Korban Penganiayaan

Insiden dugaan aksi premanisme terjadi di kawasan wisata Pantai Santolo, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Seorang perempuan bernama Neng Riska (41), yang diketahui sebagai pemilik penginapan setempat, mengalami luka sobek di bagian pelipis setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum penarik retribusi.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (28/12/2025) dan langsung menyita perhatian warga serta wisatawan. Korban kini menjalani perawatan medis di Puskesmas Cikelet akibat luka yang dideritanya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian bermula saat Neng Riska melintas di pos retribusi Pantai Santolo. Sejumlah pria menghentikan kendaraan korban dan meminta pembayaran tiket masuk dengan tarif yang disebut ditentukan secara sepihak.

Korban yang merupakan warga setempat sekaligus pelaku usaha penginapan menolak membayar retribusi tersebut karena menilai pungutan itu tidak resmi. Penolakan tersebut memicu adu mulut yang kemudian berujung pada dugaan tindakan kekerasan, hingga menyebabkan luka pada wajah korban.

Baca Juga :  Skandal BUMN & Akuntabilitas Publik, Tantangan dan Solusi

Kepolisian Resor Garut melalui Kasi Humas Polres Garut, Ipda Adi Susilo, membenarkan adanya laporan penganiayaan tersebut. Ia menyampaikan bahwa satu orang terduga pelaku berinisial AY (35) telah diamankan oleh pihak kepolisian.

“Terduga pelaku sudah diamankan di Mapolsek Cikelet untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Korban mengalami luka di bagian wajah dan telah mendapatkan penanganan medis,” ujar Ipda Adi.

Hal senada disampaikan Kapolsek Cikelet, Iptu Aktas Komalsyah Siregar, S.H. Menurutnya, kasus tersebut diduga bermula dari perselisihan terkait penarikan retribusi di area objek wisata.

“Setelah menerima laporan, kami langsung mendatangi lokasi kejadian, melakukan pengecekan TKP, serta mengamankan terduga pelaku untuk proses penyelidikan. Korban langsung dibawa ke Puskesmas Cikelet,” jelasnya.

Baca Juga :  Polisi Periksa Sejumlah Saksi Terkait Kasus Pengeroyokan Brutal di Pulogadung

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menghindari tindakan kekerasan dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan, khususnya di kawasan wisata yang menjadi ruang publik.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban, agar kawasan wisata tetap aman dan nyaman bagi semua pihak,” pungkas Kapolsek.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB