Risiko Kebakaran, Mercedes-Benz Imbau Pemilik EQB Batasi Pengisian Baterai

icon berita mobile

- Penulis Berita

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

seri Mercedes-Benz EQB

seri Mercedes-Benz EQB

Mercedes-Benz kembali menjadi sorotan setelah mengeluarkan peringatan keselamatan kepada pemilik sejumlah mobil listriknya. Produsen otomotif asal Jerman itu meminta pengguna SUV listrik EQB tertentu untuk membatasi pengisian daya baterai maksimal 80 persen demi mencegah risiko panas berlebih yang dapat memicu kebakaran.

Peringatan ini muncul dalam rangka penarikan terbatas yang melibatkan sekitar 169 unit kendaraan listrik Mercedes-Benz, terdiri dari EQB 250, EQB 300 4Matic, dan EQB 350 4Matic. Model-model tersebut mayoritas berasal dari tahun produksi awal, yakni 2022 hingga 2023.

Menurut penjelasan teknis dari pihak Mercedes-Benz, potensi masalah berasal dari kemungkinan korsleting di dalam sel baterai. Dalam kondisi tertentu, gangguan ini dapat memicu panas ekstrem yang berujung pada kebakaran, jenis insiden yang dikenal sangat sulit dipadamkan pada kendaraan listrik.

Baca Juga :  Perang Dagang Nexperia Memanas, Nissan dan Honda Jadi Korban Krisis Chip

Meski jumlah unit terdampak relatif kecil, kasus ini kembali menimbulkan tanda tanya terkait ketahanan sistem baterai pada generasi awal mobil listrik Mercedes. Terlebih, ini bukan kali pertama EQB menghadapi isu serupa. Pada 2025 lalu, perusahaan juga menarik lebih dari 7.000 unit EQB di pasar Amerika Serikat karena risiko kebakaran baterai.

Mercedes-Benz menegaskan bahwa kendaraan produksi terbaru tidak termasuk dalam daftar terdampak. Model yang lebih baru diklaim telah menggunakan struktur baterai yang diperkuat dan tidak lagi masuk kategori berisiko.

Menariknya, solusi yang ditawarkan bukan penggantian baterai, melainkan pembaruan perangkat lunak. Update tersebut dijadwalkan tersedia di jaringan bengkel resmi Mercedes-Benz pada awal 2026. Hingga saat itu, pemilik kendaraan diminta mematuhi batas pengisian 80 persen sebagai langkah pencegahan.

Baca Juga :  Range Rover Rilis SV Black V8 606 HP, Fitur Sensory Floor Mewah

Kebijakan ini tentu berdampak langsung pada kenyamanan pengguna. Dengan pembatasan tersebut, jarak tempuh kendaraan berkurang cukup signifikan dibandingkan spesifikasi pabrikan. Sebagai contoh, Mercedes-Benz EQB 350 yang memiliki jarak tempuh sekitar 366 kilometer dalam kondisi baterai penuh, kini hanya mampu menempuh sekitar 290 kilometer dengan batas pengisian 80 persen.

Jika memperhitungkan cadangan baterai agar tidak benar-benar habis, jarak tempuh riil di antara sesi pengisian bisa turun hingga mendekati 240 kilometer. Kondisi ini berpotensi menyulitkan pengguna, terutama saat melakukan perjalanan jarak jauh dan bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian daya.

Situasi ini dinilai menjadi pukulan psikologis bagi konsumen Mercedes-Benz, khususnya mereka yang sejak awal masih ragu terhadap keterbatasan jarak tempuh mobil listrik dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional.

Baca Juga :  Inovasi Teknologi Deteksi Alkohol Terbaru Bisa Hentikan Mobil Jika Pengemudi Mabuk

Meski Mercedes-Benz menegaskan komitmennya terhadap keselamatan, insiden berulang semacam ini menunjukkan bahwa transisi menuju kendaraan listrik masih menyisakan tantangan besar, terutama dalam aspek keandalan dan kepercayaan konsumen.

Berita Terkait

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar
Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia
Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI
Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal
Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?
Interior BYD Racco EV Resmi Terungkap, Bawa Standar Baru Kei Car
Nissan Gravite Meluncur di India sebagai Mobil Keluarga 7-Seater Terbaru
Varian Baru BMW X3 30 xDrive M Sport Pro Meluncur 16 Februari

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar

Jumat, 10 April 2026 - 20:17 WIB

Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:07 WIB

Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI

Senin, 23 Maret 2026 - 21:24 WIB

Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:43 WIB

Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB