Produsen teknologi asal China, Xiaomi, kembali mencuri perhatian industri otomotif setelah mencatat rekor baru penjualan mobil listrik pada akhir 2025. Perusahaan mengumumkan bahwa jumlah kendaraan yang berhasil diserahkan kepada konsumen pada Desember 2025 telah melampaui 50.000 unit, menjadi capaian bulanan tertinggi sejak memasuki pasar kendaraan listrik.
Berdasarkan laporan Car News China, Xiaomi juga mengonfirmasi bahwa sepanjang 2025 mereka telah menyerahkan lebih dari 400.000 kendaraan listrik kepada pelanggan di China. Angka tersebut menegaskan laju pertumbuhan agresif Xiaomi, meskipun perusahaan baru memulai pengiriman mobil listriknya pada April 2024.
Xiaomi pertama kali memasuki industri otomotif melalui sedan listrik SU7, yang mulai dikirimkan kepada konsumen pada kuartal kedua 2024. Sejak saat itu, penjualan kendaraan listrik Xiaomi terus menunjukkan tren positif dan melampaui ekspektasi banyak analis.
Dalam laporan terbarunya, Xiaomi tidak merinci komposisi penjualan berdasarkan model. Namun perusahaan menegaskan bahwa volume pengiriman pada Desember 2025 saja telah melewati ambang 50.000 kendaraan, menjadi pendorong utama tercapainya penjualan tahunan di atas 400 ribu unit.
Data dari China EV Datatracker menunjukkan bahwa selama 11 bulan pertama 2025, Xiaomi telah menyerahkan sekitar 361.625 kendaraan. Dengan tambahan pengiriman pada Desember, total penjualan tahunan dipastikan menembus angka 400.000 unit. Lembaga tersebut dijadwalkan merilis angka final penjualan Desember dan total 2025 pada pertengahan Januari.
Berdasarkan data bulanan, kinerja Xiaomi pada November 2025 tergolong impresif. Perusahaan tercatat mengirimkan 46.249 kendaraan, atau melonjak hampir 100 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, SUV listrik YU7 menyumbang porsi terbesar, disusul oleh sedan listrik SU7.
Model Xiaomi YU7 sendiri dinilai menjadi motor utama pertumbuhan penjualan. SUV listrik ini diperkenalkan pada Juni 2025 dan diposisikan sebagai pesaing langsung Tesla Model Y. Dalam waktu enam bulan sejak peluncuran, YU7 telah mencapai tonggak penyerahan 150.000 unit, menandakan tingginya minat pasar domestik.
Ke depan, Xiaomi berencana memperluas portofolio produknya. Perusahaan dikabarkan akan meluncurkan dua model kendaraan listrik baru dalam waktu dekat, serta menghadirkan dua pembaruan untuk sedan listrik SU7 guna mempertahankan daya saing.
Saat ini, seluruh mobil listrik Xiaomi masih dipasarkan secara eksklusif di China. Meski demikian, rencana ekspansi global sudah mulai disiapkan. Xiaomi menargetkan masuk ke pasar Eropa pada 2027, dengan Jerman menjadi salah satu fokus awal. Manajemen perusahaan mengonfirmasi bahwa proses inspeksi dan pengujian kendaraan di negara tersebut telah dilakukan.
Capaian penjualan ini menegaskan posisi Xiaomi sebagai pendatang baru yang serius di industri kendaraan listrik, sekaligus memperketat persaingan dengan produsen global yang lebih dulu mapan.






