Krisis Chip Belum Mereda, Honda Perpanjang Penutupan Pabrik di China

icon berita mobile

- Penulis Berita

Selasa, 6 Januari 2026 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Honda

Honda

Dampak krisis chip semikonduktor global kembali menghantam industri otomotif. Honda Motor Co. mengumumkan perpanjangan penghentian produksi di tiga pabriknya di China selama dua pekan tambahan akibat keterlambatan pasokan chip.

Produsen mobil terbesar kedua di Jepang tersebut menyatakan bahwa fasilitas produksi yang dikelola melalui usaha patungan dengan Guangzhou Automobile Group (GAC) belum dapat kembali beroperasi sesuai jadwal. Awalnya, pabrik-pabrik tersebut direncanakan mulai berproduksi awal pekan ini, namun kini baru ditargetkan kembali aktif pada 19 Januari 2026.

Meski beroperasi di China, Honda tetap terdampak kekurangan chip yang berkaitan dengan gangguan pasokan dari Nexperia, perusahaan semikonduktor asal Belanda yang dimiliki oleh grup teknologi China Wingtech. Perselisihan perdagangan dan hambatan logistik antara China dan Belanda disebut sebagai salah satu faktor utama keterlambatan distribusi komponen.

Baca Juga :  Honda Dream 125 Versi 2026 Meluncur, Padukan Desain Klasik dan Lampu LED

Honda tidak secara eksplisit menyalahkan Nexperia atas penyesuaian jadwal produksi tersebut. Namun, keterlambatan pengiriman chip dari pemasok tersebut telah memengaruhi banyak produsen otomotif global dalam beberapa bulan terakhir.

Gangguan produksi Honda tidak hanya terjadi di China. Sebelumnya, perusahaan juga menghentikan sementara jalur perakitan di Meksiko, serta memangkas kapasitas produksi di sejumlah pabrik Amerika Utara sejak akhir Oktober hingga November 2025 karena masalah serupa.

Situasi ini menunjukkan bahwa rantai pasok semikonduktor global masih rapuh. Ketergantungan pada pemasok tertentu, meski untuk komponen yang relatif standar, membuat industri otomotif sangat rentan terhadap dinamika geopolitik dan konflik perdagangan antarnegara.

Di tengah tingginya permintaan chip dari sektor elektronik konsumen dan kendaraan listrik, keterbatasan pasokan terus menjadi tantangan besar. Honda bukan satu-satunya produsen yang terdampak, karena sejumlah merek otomotif global juga mengalami tekanan produksi akibat krisis chip yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Baca Juga :  Ferrari 250 GTO Putih Satu-satunya di Dunia, Legenda Balap yang Dibanderol Rp1 Triliun

Berita Terkait

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar
Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia
Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI
Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal
Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?
Interior BYD Racco EV Resmi Terungkap, Bawa Standar Baru Kei Car
Nissan Gravite Meluncur di India sebagai Mobil Keluarga 7-Seater Terbaru
Varian Baru BMW X3 30 xDrive M Sport Pro Meluncur 16 Februari
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar

Jumat, 10 April 2026 - 20:17 WIB

Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:07 WIB

Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI

Senin, 23 Maret 2026 - 21:24 WIB

Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:43 WIB

Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB