Strategi Toyota yang konsisten mengedepankan teknologi hybrid kembali menunjukkan hasil signifikan di pasar Amerika Serikat. Sepanjang 2025, Toyota Motor North America (TMNA) berhasil mencatat pengiriman sekitar 2,5 juta kendaraan, atau meningkat 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, pencapaian terpenting tidak terletak pada angka penjualan total, melainkan pada pergeseran komposisi produk. Hampir 47 persen dari seluruh kendaraan Toyota yang terjual di AS merupakan kendaraan elektrifikasi, yang mencakup hybrid, plug-in hybrid (PHEV), dan kendaraan listrik murni.
Secara keseluruhan, Toyota mengirimkan hampir 1,2 juta kendaraan energi baru, tumbuh 17,6 persen secara tahunan. Data ini memperlihatkan tren yang semakin jelas: konsumen Amerika lebih menerima dan mengandalkan mobil hybrid sebagai solusi transisi menuju elektrifikasi penuh.
Salah satu kontributor terbesar datang dari Toyota Tacoma, yang mencatat tahun penjualan terbaik sepanjang sejarah 30 tahunnya dengan 274.638 unit terjual. Varian Tacoma Hybrid menjadi pendorong utama dengan lonjakan penjualan mencapai 223 persen, mencerminkan tingginya minat pasar terhadap truk ramah lingkungan tanpa mengorbankan performa.
Pertumbuhan serupa juga terjadi pada segmen SUV besar. Grand Highlander Hybrid mencatat kenaikan penjualan hingga 165 persen, memperkuat posisi Toyota di kelas kendaraan keluarga berkapasitas besar dengan efisiensi bahan bakar yang lebih baik.
Di segmen premium, Lexus turut mencetak rekor dengan penjualan lebih dari 370 ribu unit. Model SUV seperti Lexus TX Hybrid serta jajaran PHEV mengalami pertumbuhan dua hingga tiga digit, menegaskan dominasi Lexus di pasar kendaraan mewah berteknologi elektrifikasi.
Meski demikian, tidak semua lini produk menunjukkan tren positif. Lexus RZ, kendaraan listrik murni, mengalami penurunan penjualan hingga 34 persen, sementara Lexus LS Hybrid hampir tidak mencatatkan penjualan di akhir tahun. Hal serupa terjadi pada Toyota Crown, yang penjualannya turun lebih dari 37 persen, seiring pergeseran minat konsumen ke Crown Signia berformat SUV yang dinilai lebih praktis.
Fenomena ini menegaskan bahwa konsumen AS tidak hanya mencari efisiensi bahan bakar, tetapi juga menginginkan desain SUV, fleksibilitas penggunaan, dan teknologi elektrifikasi yang seimbang.
Memasuki 2026, tantangan utama Toyota bukan lagi soal permintaan pasar, melainkan keterbatasan pasokan. Tingginya minat terhadap kendaraan hybrid menyebabkan antrean pemesanan panjang pada sejumlah model unggulan. Optimalisasi produksi dan rantai pasok akan menjadi faktor kunci agar Toyota dapat mempertahankan dominasinya di pasar otomotif Amerika Serikat pada tahun-tahun mendatang.






