Masih Ada Jalan Kabupaten Berupa Tanah di Cimenyan, Bupati Bandung Akui Keterlaluan

icon berita mobile

- Penulis Berita

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan kabuppaten di Cimenyan Kab. Bandung masih belum tersentuh aspal dan beton.

Jalan kabuppaten di Cimenyan Kab. Bandung masih belum tersentuh aspal dan beton.

Keberadaan jalan kabupaten yang masih berupa tanah di wilayah Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, menyita perhatian publik setelah viral di media sosial. Kondisi tersebut dinilai tidak layak, mengingat status jalan yang seharusnya sudah mendapatkan perkerasan memadai.

Jalan yang dimaksud berada di Kampung Merak Dampit, Desa Cimenyan. Hingga kini, ruas tersebut belum tersentuh aspal, hotmix, maupun beton, dan hanya berupa tanah serta bebatuan. Kondisi ini memicu keluhan warga dan menjadi sorotan warganet karena dianggap mencerminkan buruknya infrastruktur dasar di wilayah kabupaten.

Menanggapi hal itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengaku telah menerima laporan langsung dari Kepala Desa Cimenyan. Ia bahkan menyampaikan keprihatinannya saat kegiatan ekspos program Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung di Aula Kantor DPUTR, Jumat (9/1/2026).

Baca Juga :  HAB Ke-80 Kemenag di Kuningan Jadi Momentum Penguatan Kerukunan dan Aksi Sosial

“Pagi tadi saya mendapat laporan dari Kades Cimenyan bahwa masih ada jalan kabupaten yang kondisinya tanah dan bebatuan. Ini sudah keterlaluan. Masa jalan kabupaten masih seperti ini,” ujar Dadang yang akrab disapa Kang DS.

Ia pun menginstruksikan Bidang Jalan dan Jembatan DPUTR Kabupaten Bandung agar segera menangani persoalan tersebut pada tahun anggaran 2026. Kang DS menegaskan, perbaikan jalan tanah di Cimenyan telah masuk dalam skala prioritas dan tidak perlu menunggu viral di media sosial terlebih dahulu.

Bupati juga menargetkan penyerapan anggaran perbaikan jalan dan jembatan mencapai 50 persen pada Triwulan I 2026, khususnya untuk proyek lanjutan yang sudah direncanakan sebelumnya.

“Sudah saya sampaikan ke Kades, jalan tanah itu diprioritaskan diperbaiki tahun ini. Jangan sampai menunggu viral dulu baru bergerak. Coba dicek juga peran UPT DPUTR setempat,” tegasnya.

Baca Juga :  Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi

Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp196 miliar dari APBD 2026 untuk perbaikan jalan dan jembatan. Dadang menyebut anggaran itu masih berpotensi bertambah jika terjadi peningkatan pendapatan daerah.

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPUTR Kabupaten Bandung, Eri Hernawan, mengakui bahwa perbaikan infrastruktur jalan tahun ini difokuskan pada ruas yang mengalami kerusakan berat, terdampak bencana, menjadi akses ketahanan pangan, serta jalur menuju kawasan wisata.

“Beberapa ruas jalan memang sempat tertunda karena efisiensi anggaran. Namun jalan-jalan yang dinilai mendesak, termasuk yang viral di media sosial, akan menjadi prioritas pada 2026,” jelas Eri.

Diketahui, kawasan Merak Dampit merupakan sentra hortikultura yang memiliki potensi besar dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung. Warga berharap perbaikan jalan dapat segera direalisasikan agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat tidak terus terganggu.

Baca Juga :  Rekrutmen Tamtama TNI AD 2026, Jadwal Lengkap dan Kapan Hasilnya?

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB