Keberadaan jalan kabupaten yang masih berupa tanah di wilayah Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, menyita perhatian publik setelah viral di media sosial. Kondisi tersebut dinilai tidak layak, mengingat status jalan yang seharusnya sudah mendapatkan perkerasan memadai.
Jalan yang dimaksud berada di Kampung Merak Dampit, Desa Cimenyan. Hingga kini, ruas tersebut belum tersentuh aspal, hotmix, maupun beton, dan hanya berupa tanah serta bebatuan. Kondisi ini memicu keluhan warga dan menjadi sorotan warganet karena dianggap mencerminkan buruknya infrastruktur dasar di wilayah kabupaten.
Menanggapi hal itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengaku telah menerima laporan langsung dari Kepala Desa Cimenyan. Ia bahkan menyampaikan keprihatinannya saat kegiatan ekspos program Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung di Aula Kantor DPUTR, Jumat (9/1/2026).
“Pagi tadi saya mendapat laporan dari Kades Cimenyan bahwa masih ada jalan kabupaten yang kondisinya tanah dan bebatuan. Ini sudah keterlaluan. Masa jalan kabupaten masih seperti ini,” ujar Dadang yang akrab disapa Kang DS.
Ia pun menginstruksikan Bidang Jalan dan Jembatan DPUTR Kabupaten Bandung agar segera menangani persoalan tersebut pada tahun anggaran 2026. Kang DS menegaskan, perbaikan jalan tanah di Cimenyan telah masuk dalam skala prioritas dan tidak perlu menunggu viral di media sosial terlebih dahulu.
Bupati juga menargetkan penyerapan anggaran perbaikan jalan dan jembatan mencapai 50 persen pada Triwulan I 2026, khususnya untuk proyek lanjutan yang sudah direncanakan sebelumnya.
“Sudah saya sampaikan ke Kades, jalan tanah itu diprioritaskan diperbaiki tahun ini. Jangan sampai menunggu viral dulu baru bergerak. Coba dicek juga peran UPT DPUTR setempat,” tegasnya.
Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp196 miliar dari APBD 2026 untuk perbaikan jalan dan jembatan. Dadang menyebut anggaran itu masih berpotensi bertambah jika terjadi peningkatan pendapatan daerah.
Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPUTR Kabupaten Bandung, Eri Hernawan, mengakui bahwa perbaikan infrastruktur jalan tahun ini difokuskan pada ruas yang mengalami kerusakan berat, terdampak bencana, menjadi akses ketahanan pangan, serta jalur menuju kawasan wisata.
“Beberapa ruas jalan memang sempat tertunda karena efisiensi anggaran. Namun jalan-jalan yang dinilai mendesak, termasuk yang viral di media sosial, akan menjadi prioritas pada 2026,” jelas Eri.
Diketahui, kawasan Merak Dampit merupakan sentra hortikultura yang memiliki potensi besar dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung. Warga berharap perbaikan jalan dapat segera direalisasikan agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat tidak terus terganggu.






