Pasar Otomotif China Diproyeksikan Melambat pada 2026, Penjualan dan Ekspor Kehilangan Momentum

icon berita mobile

- Penulis Berita

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asosiasi Produsen Mobil China

Asosiasi Produsen Mobil China

Industri otomotif China diperkirakan menghadapi fase perlambatan pada 2026, seiring melemahnya permintaan domestik, berkurangnya dukungan kebijakan kendaraan listrik, serta meningkatnya tekanan dari ketidakpastian global.

Asosiasi Produsen Mobil China (China Association of Automobile Manufacturers/CAAM) memproyeksikan pertumbuhan penjualan kendaraan tahun 2026 hanya berada di kisaran 1 persen, turun tajam dibandingkan lonjakan 9,4 persen yang dicatatkan pada tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi sinyal bahwa pemulihan pasar otomotif China mulai kehilangan tenaga setelah periode ekspansi agresif.

Perlambatan juga diperkirakan terjadi pada segmen kendaraan energi baru (NEV), termasuk mobil listrik murni (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV). CAAM memperkirakan penjualan NEV hanya tumbuh sekitar 15,2 persen pada 2026, jauh di bawah pertumbuhan 28,2 persen pada tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Pejabat AS Peringatkan Kanada Terkait Ancaman Ekspansi Otomotif China

Tidak hanya pasar domestik, kinerja ekspor mobil China juga diprediksi melunak. Pertumbuhan ekspor kendaraan diperkirakan hanya mencapai 4,3 persen, merosot signifikan dibandingkan proyeksi kenaikan 21,1 persen pada 2025.

Salah satu faktor utama perlambatan ini adalah perubahan arah kebijakan pemerintah. Mulai 2026, China diperkirakan tidak lagi memberikan prioritas khusus bagi kendaraan listrik dalam kerangka Rencana Lima Tahun ke-15. Kebijakan industri akan lebih menekankan persaingan pasar yang setara, dengan pengurangan bertahap terhadap insentif dan subsidi langsung bagi kendaraan listrik.

Perubahan tersebut diperkirakan memaksa produsen mobil untuk mengandalkan keunggulan teknologi, efisiensi biaya, serta daya saing produk, bukan lagi dukungan kebijakan. Di sisi lain, permintaan domestik masih tertahan oleh ketidakpastian pendapatan rumah tangga dan kekhawatiran stabilitas lapangan kerja, yang membuat konsumen menunda pembelian kendaraan.

Baca Juga :  Celah Ekspor 'Mobil Tua 0 KM' China Ancam Reputasi Industri Otomotif Global

CAAM juga menyoroti tantangan tambahan berupa pengetatan pengawasan terhadap praktik penjualan “mobil baru berstatus bekas nol kilometer”, yang selama ini digunakan untuk menghabiskan stok. Penertiban praktik ini berpotensi meningkatkan tekanan persediaan bagi produsen maupun diler dalam jangka pendek.

Di pasar global, ketegangan geopolitik dan risiko perang dagang dinilai masih akan membayangi ekspor mobil China. Selain itu, strategi produsen China yang semakin mengandalkan lokalisasi produksi di luar negeri untuk menghindari hambatan perdagangan juga diperkirakan menahan laju pertumbuhan ekspor kendaraan secara keseluruhan.

Berita Terkait

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar
Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia
Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI
Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal
Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?
Interior BYD Racco EV Resmi Terungkap, Bawa Standar Baru Kei Car
Nissan Gravite Meluncur di India sebagai Mobil Keluarga 7-Seater Terbaru
Varian Baru BMW X3 30 xDrive M Sport Pro Meluncur 16 Februari
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar

Jumat, 10 April 2026 - 20:17 WIB

Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:07 WIB

Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI

Senin, 23 Maret 2026 - 21:24 WIB

Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:43 WIB

Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB