Hacker Klaim Bobol Hampir 1 Miliar Data Pelanggan Salesforce

icon berita mobile

- Penulis Berita

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salesforce

Salesforce

Kelompok peretas Scattered LAPSUS$ Hunters kembali membuat geger dunia maya. Mereka mengaku telah berhasil mencuri hampir satu miliar catatan berisi data identitas pribadi dari perusahaan teknologi cloud asal Amerika, Salesforce.

Dalam pernyataannya pada 3 Oktober, kelompok itu menyebut telah menargetkan berbagai perusahaan yang menggunakan perangkat lunak Salesforce. Bahkan, mereka juga mengklaim berada di balik serangan terhadap sejumlah perusahaan besar Inggris, termasuk Marks & Spencer, Co-op, dan Jaguar Land Rover.

Meski begitu, klaim tersebut belum bisa diverifikasi. Reuters melaporkan bahwa Salesforce menegaskan sistemnya tidak pernah diretas. “Saat ini tidak ada bukti bahwa platform Salesforce dikompromikan, dan tidak ada indikasi bahwa insiden ini berkaitan dengan kerentanan teknologi kami,” ujar juru bicara perusahaan.

Baca Juga :  Robot Penari di Beijing, Bukti Nyata Pesatnya Kemajuan Teknologi Tiongkok

Menurut penjelasan Shiny, salah satu anggota Scattered LAPSUS$ Hunters, mereka tidak secara langsung menyerang infrastruktur Salesforce. Target utamanya adalah para pelanggan perusahaan dengan metode rekayasa sosial, termasuk penipuan suara (voice phishing) dengan menyamar sebagai karyawan lalu menghubungi tim dukungan TI.

Sebagai bukti, kelompok peretas itu memublikasikan sebagian data di dark web, menampilkan sekitar 40 perusahaan yang diklaim telah menjadi korban. Namun, mereka menolak membagikan data lebih lanjut maupun melakukan negosiasi tebusan.

Insiden ini bukan pertama kalinya kelompok tersebut disorot. Pada Juni lalu, peneliti keamanan Google dari Threat Intelligence Group (TIG) menyebut LAPSUS$ dikenal sangat efektif dalam mengelabui karyawan. Salah satu caranya dengan menyebarkan versi modifikasi Data Loader, alat resmi Salesforce untuk mengimpor data dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Pemerintah India Temukan Kerentanan Serius pada Motherboard ASRock Gigabyte dan MSI

Investigasi Google juga mengaitkan infrastruktur serangan mereka dengan “The Com”, sebuah ekosistem luas yang terdiri atas kelompok-kelompok kecil cybercrime yang sering kali tidak terhubung langsung namun beroperasi dengan pola serupa.

Sejumlah langkah hukum sebenarnya telah diambil. Pada Juli, polisi Inggris menangkap empat orang berusia di bawah 21 tahun terkait serangkaian serangan yang sempat melumpuhkan operasi beberapa perusahaan besar di sana.

Di sisi lain, Salesforce sendiri tengah berada dalam sorotan publik. Pada awal September, CEO Marc Benioff mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 4.000 karyawan dukungan pelanggan. Posisi mereka digantikan oleh asisten virtual berbasis AI sebagai bagian dari strategi efisiensi biaya dan peningkatan performa layanan.

Baca Juga :  Teknologi Ion Hidrogen Alkali, 5 Pemurni Air Berharga Rp 8-16 Juta Bersaing Ketat

Meski pihak Salesforce membantah adanya pelanggaran langsung terhadap sistemnya, kasus ini kembali mengingatkan betapa rentannya rantai keamanan digital, terutama ketika manusia masih menjadi titik lemah utama dalam upaya perlindungan data.

Berita Terkait

Teknologi Estetika dan Perawatan Preventif, Tren yang Diminati, Amankah?
Pemimpin Teknologi di Dewan Sains Trump, Jensen Huang dan Mark Zuckerberg Resmi Bergabung
Ramadan sebagai Momentum Rekonsiliasi Sosial di Era AI yang Menantang
Perlindungan Digital Nasional, Menteri Komdigi Resmi Larang Akun Medsos bagi Anak di Bawah 16 Tahun
Google Gemini Bantu Optimalkan Aktivitas Ramadhan Lebih Produktif
Samsung Berhasil Uji Coba Teknologi Jaringan 6G Terbaru
Robot Penari di Beijing, Bukti Nyata Pesatnya Kemajuan Teknologi Tiongkok
Harga Samsung Galaxy A55 5G, HP Mid-Range Premium dengan Performa Kencang
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:18 WIB

Teknologi Estetika dan Perawatan Preventif, Tren yang Diminati, Amankah?

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:13 WIB

Pemimpin Teknologi di Dewan Sains Trump, Jensen Huang dan Mark Zuckerberg Resmi Bergabung

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:07 WIB

Ramadan sebagai Momentum Rekonsiliasi Sosial di Era AI yang Menantang

Minggu, 8 Maret 2026 - 11:06 WIB

Perlindungan Digital Nasional, Menteri Komdigi Resmi Larang Akun Medsos bagi Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 1 Maret 2026 - 09:35 WIB

Google Gemini Bantu Optimalkan Aktivitas Ramadhan Lebih Produktif

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB