Pemerintah Kabupaten Sumedang menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan roda pembangunan sepanjang tahun 2025. Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal dan tantangan kondisi wilayah, Pemkab Sumedang tetap konsisten menjalankan program yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat melalui perencanaan matang dan kolaborasi lintas sektor.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyampaikan bahwa konsistensi kebijakan yang ditempuh mulai membuahkan hasil nyata. Ia mengakui bahwa meski belum semua harapan terpenuhi, berbagai indikator makro pembangunan menunjukkan arah yang positif dan terukur.
Salah satu prestasi yang paling menonjol adalah kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada tahun 2025, IPM Kabupaten Sumedang tercatat naik menjadi 75,50 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 74,57 poin. Peningkatan ini menjadi bukti adanya perbaikan kualitas pada aspek pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat sebagai pilar utama kesejahteraan.
Keberhasilan pembangunan juga tercermin dari turunnya angka kemiskinan di wilayah tersebut. Melalui program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi produktif, Pemkab Sumedang berhasil menekan angka kemiskinan dari 9,10 persen di tahun 2024 menjadi 8,81 persen pada tahun 2025. Langkah ini membuktikan bahwa kebijakan ekonomi yang dijalankan mulai berdampak langsung pada masyarakat kelas bawah.
Sejalan dengan penurunan kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka di Sumedang juga mengalami penyusutan. Berdasarkan data terbaru, angka pengangguran turun dari 6,16 persen menjadi 6,08 persen. Capaian ini merupakan hasil dari penguatan sektor ekonomi lokal, pemberdayaan UMKM, serta dukungan terhadap ekspansi sektor pertanian dan investasi.
Di sektor investasi, Sumedang kian memperkokoh posisinya sebagai motor penggerak ekonomi di Kawasan Rebana Metropolitan. Pada tahun 2025, realisasi investasi tembus di angka Rp5,6 triliun. Jumlah ini terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp621,39 miliar dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai Rp6,01 triliun.
Bupati Dony menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil kerja keras bersama antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), indeks kesejahteraan masyarakat Sumedang secara umum terus merangkak naik. Pemerintah daerah pun optimis dapat mencatatkan performa yang lebih baik lagi pada tahun 2026 mendatang.






