Polemik Seleksi Dewas BPJS, Antara Transparansi Proses dan Taruhan Dana Rakyat Rp1.000 Triliun

icon berita mobile

- Penulis Berita

Selasa, 24 Februari 2026 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abdul Gofur (Calon Dewas & Direksi BPJS) dan Timboel Siregar (Koordinator Advokasi BPJS Watch) di Akbar Faizal Uncensored.

Abdul Gofur (Calon Dewas & Direksi BPJS) dan Timboel Siregar (Koordinator Advokasi BPJS Watch) di Akbar Faizal Uncensored.

Kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored kembali menjadi panggung adu argumen panas terkait proses seleksi Dewan Pengawas (Dewas) dan Direksi BPJS. Fokus diskusi tertuju pada pengelolaan dana jumbo yang menyentuh angka Rp1.000 triliun, sebuah nilai fantastis yang menuntut pengawasan super ketat dan independen. Dalam kesempatan tersebut, Abdul Gofur, salah satu calon Dewas BPJS Kesehatan, secara terbuka melontarkan kritik pedas terhadap daftar nama yang lolos seleksi.

Ia menyoroti adanya kandidat dari unsur pekerja yang dinilai tidak memiliki rekam jejak memadai dalam pengawasan jaminan kesehatan, namun tetap melaju dalam proses tersebut.

Persoalan utama yang mencuat dalam diskusi ini bukanlah sekadar kapasitas individu, melainkan integritas proses seleksi oleh Panitia Seleksi (Pansel). Abdul Gofur menegaskan bahwa mekanisme yang berjalan saat ini jauh dari prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Baca Juga :  Cegah Bencana, Gubernur Dedi Mulyadi Ajak Masyarakat Kembalikan Fungsi Gunung sebagai Penjaga Alam

Ia mempertanyakan alasan di balik gugurnya sejumlah peserta yang memiliki rekam jejak advokasi kuat, sementara di sisi lain, muncul indikasi adanya afiliasi partai politik pada beberapa kandidat yang lolos. “Bagaimana kita bisa menyatakan mereka mampu kalau proses yang dilaluinya tidak transparan?” tegas Gofur, sembari mengungkap bahwa peserta yang gugur tidak pernah diberikan penjelasan resmi mengenai alasan ketidaklolosan mereka.

Timboel Siregar dari BPJS Watch turut memperkuat argumen mengenai pentingnya tata kelola lembaga yang bersih dari kepentingan politik praktis. Isu ini menjadi kian mendesak mengingat BPJS mengelola hak dasar jutaan rakyat, termasuk isu penonaktifan peserta yang sempat disuarakan oleh anggota DPR Rieke Diah Pitaloka.

Baca Juga :  Kakak Beradik Leclerc Akan Tampil untuk Ferrari di FP1 GP Abu Dhabi

Host Akbar Faizal pun mengingatkan agar kepentingan publik luas—termasuk pensiunan dan keluarga—tidak dikalahkan oleh ego sektoral atau koneksi politik. Diskusi ini pada akhirnya melempar bola panas ke hadapan negara: apakah pemilihan pengawas dana rakyat ini didasarkan pada kelayakan kompetensi sejati, atau sekadar formalitas “lolos” melalui jalur koneksi?

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB