Bandung Jadi Pionir Nasional, Kolaborasi Mendiktisaintek dan Pemkot Transformasikan Sampah Jadi Ekonomi Sirkular

icon berita mobile

- Penulis Berita

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Jadi Pionir Nasional, Kolaborasi Mendiktisaintek dan Pemkot Transformasikan Sampah Jadi Ekonomi Sirkular

Bandung Jadi Pionir Nasional, Kolaborasi Mendiktisaintek dan Pemkot Transformasikan Sampah Jadi Ekonomi Sirkular

Permasalahan sampah di Kota Bandung mendapatkan angin segar melalui intervensi teknologi dan akademisi. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, dalam kunjungannya ke Balai Kota Bandung pada Rabu, 25 Februari 2026, berkomitmen mengerahkan kekuatan kampus untuk menuntaskan krisis sampah perkotaan.

Melalui skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, ribuan mahasiswa akan diterjunkan untuk melakukan pemetaan infrastruktur seperti kebutuhan komposting, maggotisasi, hingga biodigester di level kewilayahan. Strategi ini dinilai lebih efisien secara anggaran karena memanfaatkan pendanaan pusat, sehingga tidak membebani APBD Kota Bandung, sekaligus menghindari biaya tinggi pembangunan fasilitas waste-to-energy yang mencapai triliunan rupiah.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut baik kolaborasi ini mengingat timbulan sampah kota saat ini telah menyentuh angka 1.507,85 ton per hari. Data menunjukkan bahwa 60 persen sampah berasal dari sektor rumah tangga, namun hanya sekitar 21,63 persen yang benar-benar terkelola dan terpilah. Farhan menekankan bahwa tantangan terbesar bukan hanya pada teknologi, melainkan pada perubahan pola pikir masyarakat.

Baca Juga :  Dampak Regulasi Lingkungan & Pajak Karbon, Apa Pengaruhnya Bagi Masyarakat?

Upaya penanganan dari hulu diperkuat melalui peluncuran program Gaslah (Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah), di mana 1.597 petugas direkrut untuk mengedukasi warga secara door-to-door dan mengumpulkan minimal 25 kilogram sampah organik per RW setiap harinya.

Inovasi pengelolaan ini diintegrasikan ke dalam ekosistem “Sirkular Bandung Utama”, yang menghubungkan program Kang Pisman, Buruan Sae (pertanian perkotaan), dan Dapur Sehat.

Dalam sistem ini, sampah organik yang diolah menjadi kompos atau maggot digunakan untuk mendukung urban farming, yang hasilnya kemudian dikonsumsi warga untuk mengatasi stunting.

Dengan pengawasan ketat dari unsur TNI-Polri di sektor komersial (Horeka) dan penggunaan dashboard digital untuk memantau kinerja wilayah, Bandung diproyeksikan menjadi panggung percontohan nasional. Target ambisiusnya adalah menurunkan produksi sampah individu dari 0,58 kg menjadi di bawah 0,4 kg per hari, membuktikan bahwa rekayasa sosial dan sains adalah kunci utama keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga :  Pemkot Bandung Penuhi Janji Khitan 'Ngadoor', Target 500 Anak di 2026

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB