Prabowo Minta TNI Introspeksi Diri dan Tanggap Lindungi Kekayaan Negara

icon berita mobile

- Penulis Berita

Minggu, 5 Oktober 2025 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto.

Presiden RI Prabowo Subianto menyerukan agar Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus melakukan introspeksi diri dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi tantangan bangsa. Ia menegaskan bahwa TNI harus berperan aktif membantu pemerintah menjaga kekayaan alam Indonesia dari pihak-pihak yang berupaya mengambilnya secara tidak bertanggung jawab.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan amanat dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Minggu (5/10/2025).

“TNI harus introspeksi diri. Dengan semua organisasi yang kita miliki, TNI harus tanggap, harus bantu penegak hukum, bantu pemerintah daerah dan pusat untuk menjaga kekayaan kita, sumber daya alam kita,” ujar Prabowo.

Presiden menekankan bahwa kekayaan alam Indonesia merupakan aset penting yang harus diselamatkan dan dikelola dengan bijak. Ia menilai pengelolaan yang baik menjadi kunci dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat serta kemajuan bangsa.

“Kekayaan tersebut sangat penting agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju, negara yang modern, negara yang adil dan makmur sesuai cita-cita kebangsaan kita,” tambahnya.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti pentingnya keteladanan di tubuh TNI. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan dalam institusi militer harus dilandasi profesionalisme dan kompetensi tinggi.

“TNI harus menyiapkan diri, membina diri, melatih diri, mendalami segala ilmu yang dibutuhkan, mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. TNI tidak boleh tertinggal, tidak boleh lengah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa pemimpin TNI harus menjadi teladan bagi bawahannya. Ia menolak adanya ruang bagi pimpinan yang tidak kompeten atau tidak profesional.

“Kepemimpinan di TNI harus kepemimpinan keteladanan, harus ing ngarso sung tulodo, memberi contoh di depan. Tidak ada tempat bagi pemimpin yang tidak kompeten dan tidak mengerti tugasnya,” ucapnya.

Sebagai bagian dari upaya perbaikan internal, Prabowo memerintahkan Panglima TNI dan para Kepala Staf untuk menilai kembali seluruh jajaran pimpinan di tubuh TNI berdasarkan prestasi dan pengabdian, bukan semata senioritas.

“Saya memberi izin kepada Panglima TNI dan Kepala Staf dalam melaksanakan seleksi kepemimpinan untuk tidak memperhitungkan senioritas. Yang penting adalah prestasi, pengabdian, dan cinta tanah air,” tutupnya.

Baca Juga :  Investasi Teknologi AI Melonjak, Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Global

Berita Terkait

Teknologi Estetika dan Perawatan Preventif, Tren yang Diminati, Amankah?
Pemimpin Teknologi di Dewan Sains Trump, Jensen Huang dan Mark Zuckerberg Resmi Bergabung
Ramadan sebagai Momentum Rekonsiliasi Sosial di Era AI yang Menantang
Perlindungan Digital Nasional, Menteri Komdigi Resmi Larang Akun Medsos bagi Anak di Bawah 16 Tahun
Google Gemini Bantu Optimalkan Aktivitas Ramadhan Lebih Produktif
Samsung Berhasil Uji Coba Teknologi Jaringan 6G Terbaru
Robot Penari di Beijing, Bukti Nyata Pesatnya Kemajuan Teknologi Tiongkok
Harga Samsung Galaxy A55 5G, HP Mid-Range Premium dengan Performa Kencang
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:18 WIB

Teknologi Estetika dan Perawatan Preventif, Tren yang Diminati, Amankah?

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:13 WIB

Pemimpin Teknologi di Dewan Sains Trump, Jensen Huang dan Mark Zuckerberg Resmi Bergabung

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:07 WIB

Ramadan sebagai Momentum Rekonsiliasi Sosial di Era AI yang Menantang

Minggu, 8 Maret 2026 - 11:06 WIB

Perlindungan Digital Nasional, Menteri Komdigi Resmi Larang Akun Medsos bagi Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 1 Maret 2026 - 09:35 WIB

Google Gemini Bantu Optimalkan Aktivitas Ramadhan Lebih Produktif

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB