Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah

icon berita mobile

- Penulis Berita

Minggu, 26 April 2026 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah

Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah

Langkah cepat ditunjukkan Tim Pentahelix Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Baru sepekan terbentuk, tim ini langsung turun ke lapangan melakukan aksi nyata penanganan banjir yang selama ini kerap melanda wilayah tersebut.

Kegiatan perdana digelar pada Sabtu (25/04/2026) dengan fokus utama normalisasi saluran air dan irigasi di Jalan Laswi Cipicung, RW 02, Kelurahan Baleendah. Aksi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga komunitas lokal yang bahu-membahu membersihkan saluran yang tersumbat.

Langkah ini menjadi titik awal implementasi konsep pentahelix di wilayah tersebut, yakni kolaborasi antara akademisi, pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan media dalam menyelesaikan persoalan publik secara terpadu.

Camat Baleendah, Eef Syarif Hidayatullah, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam mengurangi risiko banjir yang sudah lama menjadi persoalan di kawasan tersebut.

Baca Juga :  REF-889KJ Gugatan Perdagangan Keramik di AS Berpotensi Naikkan Biaya Impor Tile dari India

“Ini bentuk sinergi semua unsur. Kita mulai dari hal paling mendasar, yaitu membersihkan saluran dari sedimentasi dan sampah agar aliran air kembali lancar,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sebenarnya jaringan saluran air di Baleendah sudah tersedia dari hulu hingga hilir yang terhubung ke Sungai Citarum. Namun, seiring waktu, banyak saluran yang mengalami pendangkalan dan penyumbatan sehingga tidak berfungsi optimal.

Karena itu, normalisasi ini menjadi langkah awal sebelum dilakukan penanganan yang lebih besar, termasuk kemungkinan penggunaan alat berat untuk pengerukan di titik-titik tertentu.

“Perencanaan ini sudah lama kami rancang bersama dinas teknis seperti PUTR Kabupaten Bandung. Hari ini kita mulai realisasinya dari Cipicung,” tambahnya.

Ketua Tim Pentahelix Kecamatan Baleendah, Rahmat, turut mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai, keterlibatan warga menjadi kunci keberhasilan program ini ke depan.

Baca Juga :  Poin Marc Marquez Jadi Juara Dunia, Hitungan Wajib Menang di Mandalika

Menurutnya, penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial atau setengah-setengah. Dibutuhkan pendekatan menyeluruh dari hulu hingga hilir agar hasilnya benar-benar terasa.

“Ke depan, kita akan lanjutkan perbaikan dan pengaturan aliran air hingga jalur menuju Cirasea dan bermuara ke Citarum. Jadi penanganannya komprehensif, bukan tambal sulam,” jelas Rahmat.

Selain di Cipicung, tim juga telah mengidentifikasi beberapa titik rawan lainnya yang membutuhkan penanganan serupa, seperti di Jalan Siliwangi, kawasan RW 21, dan RW 19.

Sementara itu, warga setempat menyambut baik aksi cepat yang dilakukan tim. Ketua RW 02, Kostiawan, mengaku senang melihat lingkungan mulai dibersihkan dan saluran air kembali terbuka.

“Alhamdulillah sekarang sudah mulai terlihat perubahan. Mudah-mudahan air bisa mengalir lancar dan banjir bisa berkurang,” katanya.

Baca Juga :  Syukuran HUT TNI ke-80 di Kairo, Atase Pertahanan RI Tegaskan Komitmen Global

Hal senada disampaikan Ketua RT 01, Rivai Triwidodo, yang wilayahnya kerap terdampak banjir. Ia berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan sekali, melainkan berkelanjutan.

“Jangan hanya semangat di awal saja. Kami berharap ini jadi program rutin dan penanganannya makin optimal ke depan,” ujarnya.

Dengan adanya kolaborasi lintas sektor melalui model pentahelix ini, diharapkan penanganan banjir di wilayah Baleendah bisa dilakukan lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan. Tidak hanya mengatasi dampak, tetapi juga menyentuh akar permasalahan yang selama ini menjadi penyebab utama banjir.

Kalau konsisten dijalankan, bukan tidak mungkin Baleendah yang dulu langganan banjir bisa berubah jadi contoh sukses penanganan berbasis kolaborasi. Dan ya, kalau semua pihak kompak, banjir pun bisa “pensiun dini.”

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi
Tabrakan Beruntun di KM 92+200 Tol Cipularang Viral, Arus Padalarang–Purwakarta Mengular

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB