CEO Tesla, Elon Musk, kembali menarik perhatian publik setelah membagikan video terbaru yang menampilkan robot humanoid Optimus sedang berlatih seni bela diri melawan manusia. Aksi ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan gerak dan keseimbangan robot buatan Tesla tersebut.
Video berdurasi 36 detik yang diunggah Musk pada 4 Oktober 2025 melalui platform X telah ditonton lebih dari 33 juta kali dan mendapat 270 ribu tanda suka.
Berbeda dari video sebelumnya yang memperlihatkan gerakan lambat dan kaku, kali ini Optimus tampak bergerak lebih natural dan gesit, menandakan perkembangan besar dalam kemampuan koordinasi dan respons tubuhnya.
Dalam tayangan itu, robot dan seorang seniman bela diri terlihat saling memberi salam sebelum bertarung. Optimus kemudian melakukan gerakan menantang, memblokir serangan, hingga menendang secara horizontal. Meskipun intensitas pertarungan masih terbatas, robot tampak mampu menjaga keseimbangan dengan baik, bahkan ketika didorong oleh lawan.
Namun, gerakan tangan dan jari masih terlihat kaku, menandakan bahwa fitur kontrol jari 22-sendi yang pernah dijanjikan Musk belum sepenuhnya diimplementasikan.
Menurut laporan Interesting Engineering, robot dalam video tersebut kemungkinan merupakan versi Optimus v2.5, bukan v3 yang sedang dikembangkan. Musk menegaskan bahwa seluruh gerakan di video dikendalikan oleh kecerdasan buatan (AI), bukan operator jarak jauh seperti pada demonstrasi sebelumnya termasuk versi Optimus yang pernah “menyajikan popcorn” di restoran Tesla.
Tesla menegaskan bahwa latihan bela diri ini bukan upaya menciptakan robot petarung, melainkan demonstrasi fleksibilitas, adaptasi, serta keseimbangan motorik. “Kami hanya ingin menunjukkan bahwa Optimus kini bisa menyesuaikan pusat gravitasinya dan menjaga stabilitas saat bergerak,” tulis tim pengembang.
Sementara itu, laporan Digital Trends mencatat bahwa Tesla menargetkan produksi satu juta unit robot Optimus per tahun pada 2030. Musk sendiri meyakini bahwa robot humanoid akan menjadi produk paling berpengaruh Tesla di masa depan, dengan potensi besar untuk digunakan di berbagai sektor industri mulai dari manufaktur, layanan publik, hingga pekerjaan rumah tangga.






