Langkah Polri menuju sistem penegakan hukum lalu lintas yang transparan dan efisien semakin nyata. Melalui revitalisasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), Korps Lalu Lintas (Korlantas) memperkenalkan perangkat baru seperti ETLE Mobile, ETLE Portable, dan Printer Thermal, yang kini telah terintegrasi penuh dengan ETLE Nasional (ETLE-nas).
Perangkat-perangkat tersebut diluncurkan di Lapangan NTMC Korlantas Polri, Kamis (9/10/2025), dan mulai dioperasikan secara langsung di lapangan. “Seluruh perangkat ini sudah terkoneksi dengan ETLE-nas dan langsung digunakan, tidak hanya saat Operasi Zebra,” ujar Kompol Aristo.
Ia menjelaskan, sistem baru ini memungkinkan petugas mencetak bukti pelanggaran dan memantau data secara real-time di lokasi kejadian. Kompol Irwan menambahkan bahwa ETLE Portable memberikan fleksibilitas tinggi dibandingkan versi statis karena dapat dipindahkan ke berbagai titik pengawasan.
“Perangkat ini bisa ditempatkan di titik-titik rawan pelanggaran atau kecelakaan sesuai hasil analisis. Bila kondisi sudah tertib, bisa dipindahkan ke lokasi lain,” jelasnya.
Implementasi ETLE Mobile dan Portable telah dimulai di Polda Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, dan Jawa Tengah, sementara wilayah luar Jawa akan menyusul secara bertahap. Langkah ini menandai perluasan sistem tilang digital ke seluruh Indonesia.
Menurut Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol Faizal, inovasi tersebut merupakan bentuk komitmen Polri untuk meningkatkan transparansi dan meminimalisasi praktik tidak profesional di lapangan.
“Sistem ini memudahkan masyarakat karena pembayaran denda bisa dilakukan langsung di tempat, dan bukti pelanggaran juga langsung dicetak melalui printer thermal,” ujarnya. Ia menambahkan, digitalisasi ETLE menutup peluang transaksi manual yang rentan disalahgunakan.
“Dengan ETLE Mobile dan Printer Thermal, tidak ada lagi transaksi manual. Semua terekam dan terintegrasi dalam sistem nasional,” tegasnya.
Korlantas memastikan bahwa perluasan ETLE Mobile dan Portable akan terus dilakukan di seluruh polda dan polres. Program ini menjadi bagian dari transformasi digital layanan publik Polri, sejalan dengan visi lembaga untuk menjadi institusi yang modern, transparan, dan akuntabel.






