Aksi Heroik di Stasiun MRT Taipei Berujung Duka, Warga Gugur Saat Hadang Penyerang Pisau

icon berita mobile

- Penulis Berita

Senin, 22 Desember 2025 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga meletakkan bunga untuk memperingati para korban serangan di stasiun kereta bawah tanah di Taipei, Taiwan pada 21 Desember. Foto: CNA

Warga meletakkan bunga untuk memperingati para korban serangan di stasiun kereta bawah tanah di Taipei, Taiwan pada 21 Desember. Foto: CNA

Sebuah tragedi mengguncang Taiwan setelah seorang warga sipil meninggal dunia akibat luka parah saat berusaha menghentikan aksi penyerangan di stasiun kereta bawah tanah Taipei. Insiden ini terjadi pada 19 Desember dan memicu duka mendalam sekaligus penghormatan luas dari masyarakat serta pemerintah setempat.

Korban diketahui bernama Yu Chia-chang, pria berusia 57 tahun yang berupaya melumpuhkan pelaku bersenjata tajam di area stasiun MRT pusat Kota Taipei. Wali Kota Taipei, Chiang Wan-an, menyampaikan bahwa Yu mengalami luka tusuk sedalam sekitar lima sentimeter yang menembus paru-paru kanan hingga ke atrium kiri jantung. Nyawanya tidak tertolong meski sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan penghormatan, keluarga Yu akan menerima santunan minimal sebesar NT$5 juta atau setara sekitar Rp80 miliar rupiah berdasarkan skema asuransi dari Taipei Fast Transport Corporation. Selain itu, pemerintah kota berencana memberikan penghargaan anumerta berupa sertifikat jasa serta mengusulkan agar nama Yu diabadikan di kuil penghormatan bagi warga yang berkorban demi keselamatan publik.

Baca Juga :  Hong Kong Bubarkan Partai Pro-Demokrasi dan Perkembangan Pembebasan Tahanan Politik Belarus

Insiden tersebut menelan korban jiwa secara keseluruhan. Tiga orang dilaporkan tewas dan sedikitnya 11 lainnya mengalami luka-luka setelah pelaku, Chang (27 tahun), melancarkan serangan menggunakan pisau panjang dan bom asap di area stasiun. Usai melakukan aksinya, Chang dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari sebuah bangunan di sekitar lokasi kejadian.

Pihak kepolisian Taipei menyatakan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku bertindak seorang diri. Aparat juga tidak menemukan indikasi motif terorisme, politik, maupun ideologi tertentu. Dari perangkat elektronik milik pelaku, polisi menemukan riwayat pencarian terkait aksi pembunuhan acak, termasuk kasus penikaman massal di MRT Taipei pada 2014.

Diketahui pula bahwa Chang memiliki catatan bermasalah, termasuk pernah dikeluarkan dari dinas militer karena mengemudi dalam kondisi mabuk serta mangkir dari kewajiban pelatihan militer cadangan. Faktor-faktor ini masih ditelusuri lebih lanjut untuk memahami latar belakang psikologis pelaku.

Baca Juga :  Gempa Bumi Taiwan, Memahami Penyebab dan Sistem Mitigasinya

Peristiwa ini kembali memunculkan perdebatan publik di Taiwan mengenai keamanan transportasi umum dan pentingnya deteksi dini terhadap individu berisiko. Di tengah tragedi tersebut, keberanian Yu Chia-chang dikenang sebagai simbol pengorbanan warga biasa demi keselamatan orang banyak.

Berita Terkait

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India
Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang
Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme
Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori
Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya
IPO GIFT City Pertama di India Resmi Dibuka 16 Maret, Era Baru Finansial
Hizbullah Serang Israel, Eskalasi Ketegangan di Perbatasan Lebanon
AI Mengubah Lapangan Kerja di Rumania, Transformasi dan Masa Depan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:01 WIB

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India

Minggu, 12 April 2026 - 11:05 WIB

Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang

Jumat, 10 April 2026 - 20:12 WIB

Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:03 WIB

Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori

Senin, 23 Maret 2026 - 21:15 WIB

Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB