Hujan lebat disertai tiupan angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Sukoharjo dan daerah sekitarnya pada Jumat, 10 Oktober 2025, sore hari. Dampak paling signifikan dari cuaca ekstrem ini adalah tumbangnya satu pohon besar yang vital.
Pohon tersebut ambruk dan langsung menutup total akses Jalan Ir. Soekarno. Lokasi tepatnya berada di depan gerai Mie Gacoan Solo Baru.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kondisi angin kencang mulai melanda wilayah Sukoharjo sekitar pukul 16.00 WIB. Tumbangnya pohon ini sontak mengganggu arus lalu lintas utama.
Arus kendaraan terhenti total. Para pengendara yang melintas terpaksa menghentikan laju kendaraan mereka karena batang pohon melintang di tengah jalan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, segera mengonfirmasi insiden tersebut. Ia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa yang jatuh akibat peristiwa pohon tumbang ini.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Saat kejadian, para pengguna jalan sempat menghentikan laju kendaraan,” kata Ariyanto.
Peristiwa serupa juga dilaporkan terjadi di lokasi lain di Sukoharjo. Satu pohon lain juga tumbang di wilayah Desa Tegalmade, Kecamatan Mojolaban.
Menanggapi situasi darurat ini, petugas BPBD Sukoharjo langsung bergerak cepat. Mereka segera mendatangi lokasi pohon tumbang di Jalan Ir. Soekarno. Tim evakuasi BPBD bekerja sama dengan sejumlah sukarelawan bencana yang tanggap. Mereka bahu-membahu menyingkirkan pohon yang menghalangi jalan.
Evakuasi dilakukan menggunakan gergaji mesin yang sangat efektif. Batang pohon besar itu dipotong menjadi beberapa bagian kecil agar lebih mudah dipindahkan.
Potongan-potongan batang pohon tersebut kemudian disingkirkan dan dipindahkan ke pinggir jalan. Kerja cepat tim gabungan ini berhasil mengembalikan akses jalan menjadi normal kembali.
Proses penanganan yang cepat sangat penting mengingat Jalan Ir. Soekarno merupakan jalur padat. Kelumpuhan jalur ini tentu akan sangat mengganggu mobilitas warga Solo Baru dan Sukoharjo.
Ariyanto Mulyatmojo menduga bahwa faktor usia menjadi penyebab utama pohon tersebut ambruk. Pohon yang sudah tua cenderung lebih rapuh dan tidak mampu menahan terpaan angin kencang.
Peristiwa pohon tumbang ini bukan kali pertama terjadi di Sukoharjo. Pada awal bulan Oktober, wilayah ini juga sempat dilanda hujan dan angin kencang yang mengakibatkan kerusakan.
Kejadian sebelumnya tercatat merusak puluhan pohon dan sejumlah warung milik warga di beberapa area, termasuk di wilayah Mojolaban dan Sukoharjo kota. Dampak cuaca ekstrem memang cukup meluas.
Bahkan, insiden angin kencang beberapa waktu lalu juga menyebabkan kerusakan pada salah satu ikon penting daerah. Ujung menara Masjid Agung Sukoharjo sempat dilaporkan patah.
Patahan menara masjid itu jatuh ke jalan perkampungan di sekitarnya. Beruntung, saat kejadian tidak ada korban yang melintas di bawahnya.
Serangkaian insiden ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Perlunya mitigasi bencana, terutama penebangan pohon tua di dekat jalur utama dan fasilitas publik, harus segera dilakukan.
BPBD Sukoharjo terus mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang melanda. Warga disarankan menghindari berteduh di bawah pohon tua atau papan reklame besar saat cuaca buruk.
Upaya penertiban dan pemangkasan pohon yang dianggap rapuh atau sudah terlalu tua tentu harus menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Ini demi mencegah terulangnya kejadian yang mengganggu ketertiban umum.






