Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) resmi mengintegrasikan layanan angkot feeder dengan bus Metro Jabar Trans (MJT) di Bandung Raya. Sistem ini memungkinkan penumpang berpindah armada dari bus ke angkot, atau sebaliknya, dengan tarif Rp0 alias gratis, asalkan masih dalam rentang waktu 120 menit sejak tap pertama.
Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar menyatakan Koridor FD1 (Simpang Soetta Kiaracondong – Pasar Baru ABC) telah beroperasi penuh sejak 1 Oktober 2025. Dua rute feeder tambahan, yakni FD2 (Cicadas – Elang) dan FD3 (Ciwidey – Soreang), ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2025 untuk memperluas jangkauan penumpang.
Layanan angkot feeder ini dirancang untuk menghubungkan kawasan pemukiman dengan enam koridor utama bus MJT yang sudah beroperasi. Keenam koridor tersebut mencakup rute K1 (Leuwipanjang – Soreang), K2 (Alun-alun Bandung – Kota Baru Parahyangan), K3 (BEC – Baleendah), K4 (Leuwipanjang – Dipatiukur), K5 (Jatinangor – Dipatiukur), dan K6 (Leuwipanjang – Majalaya).
Integrasi angkot feeder ini, menurut Dishub Jabar, adalah langkah fundamental dalam transformasi transportasi publik di Bandung Raya yang selama ini terfragmentasi. Sistem ini tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga secara perlahan mengubah kebiasaan masyarakat dari angkutan konvensional yang tidak pasti menjadi transportasi modern yang aman dan terukur, katanya.
Seluruh armada bus dan angkot feeder MJT menerapkan sistem pembayaran non-tunai (cashless) untuk transparansi dan efisiensi. Penumpang dapat menggunakan berbagai metode, seperti kartu uang elektronik perbankan (BCA, Mandiri, BRI, BNI), QRIS, maupun Kartu Multi Trip (KMT) milik KCI, dengan tarif khusus yang juga berlaku bagi pelajar, lansia, dan disabilitas.
Keberhasilan sistem tarif integrasi Rp0 ini akan menjadi tolok ukur keseriusan Pemprov Jabar dalam merevolusi angkutan kota. Konsistensi operasional dan ketepatan waktu feeder kini menjadi kunci utama untuk membangun kepercayaan publik dan mendorong peralihan masif dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang berkelanjutan di Bandung Raya.






