Cloudflare Tumbang 18 November: Bukan Serangan Siber, Tapi Kesalahan Teknis Internal

icon berita mobile

- Penulis Berita

Rabu, 19 November 2025 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cloudflare Tumbang 18 November: Bukan Serangan Siber, Tapi Kesalahan Teknis Internal

Cloudflare Tumbang 18 November: Bukan Serangan Siber, Tapi Kesalahan Teknis Internal

Insiden tumbangnya layanan Cloudflare pada 18 November 2025, yang sempat melumpuhkan sebagian besar internet global, dipastikan bukan akibat serangan siber. CEO Cloudflare Matthew Prince mengonfirmasi insiden tersebut murni disebabkan oleh kesalahan teknis internal saat pembaruan konfigurasi sistem.

Gangguan yang dimulai pukul 12:20 waktu Italia ini memicu gelombang kesalahan 5xx pada layanan CDN, keamanan, dan manajemen trafik yang digunakan jutaan situs di seluruh dunia. Prince menjelaskan masalah bermula dari perubahan izin pada kluster ClickHouse yang secara tak terduga menggandakan baris data dalam “feature file” sistem Bot Management.

Peningkatan ukuran file secara tiba-tiba ini melampaui batas operasional modul pembaca, menyebabkan kegagalan sistematis pada core proxy Cloudflare. “Masalahnya tidak disebabkan, secara langsung atau tidak langsung, oleh serangan cyber atau aktivitas jahat dalam bentuk apa pun,” tegas Prince dalam blog resmi perusahaan.

Baca Juga :  OpenAI Rilis Sora 2 dengan Fitur Cameo dan Aplikasi Sosial Baru

Kebingungan sempat terjadi karena halaman status Cloudflare sendiri juga tidak dapat diakses secara bersamaan, memperkuat dugaan awal adanya serangan eksternal. Namun, tim teknis berhasil mengisolasi masalah pada pukul 14:24 dengan memblokir propagasi file rusak tersebut dan mendistribusikan versi koreksi secara global, memulihkan layanan penuh pada pukul 18:06.

Matthew Prince menyebut insiden ini sebagai gangguan terburuk sejak 2019 dan meminta maaf kepada seluruh pengguna internet yang terdampak. Sebagai langkah preventif, Cloudflare berjanji memperketat validasi file konfigurasi dan memperkenalkan mekanisme kill switch global untuk mencegah penyebaran anomali serupa di masa depan.

Insiden 18 November ini menjadi pengingat keras betapa rapuhnya infrastruktur internet modern terhadap kesalahan manusiawi, bahkan di level raksasa teknologi seperti Cloudflare. Transparansi teknis yang ditunjukkan Prince pasca-kejadian menjadi standar penting dalam menjaga kepercayaan publik di tengah ketergantungan global pada layanan cloud yang tersentralisasi.

Baca Juga :  Transformasi Digital Kian Cepat Ketimpangan Akses dan Isu Keamanan Mengintai

Berita Terkait

Teknologi Estetika dan Perawatan Preventif, Tren yang Diminati, Amankah?
Pemimpin Teknologi di Dewan Sains Trump, Jensen Huang dan Mark Zuckerberg Resmi Bergabung
Ramadan sebagai Momentum Rekonsiliasi Sosial di Era AI yang Menantang
Perlindungan Digital Nasional, Menteri Komdigi Resmi Larang Akun Medsos bagi Anak di Bawah 16 Tahun
Google Gemini Bantu Optimalkan Aktivitas Ramadhan Lebih Produktif
Samsung Berhasil Uji Coba Teknologi Jaringan 6G Terbaru
Robot Penari di Beijing, Bukti Nyata Pesatnya Kemajuan Teknologi Tiongkok
Harga Samsung Galaxy A55 5G, HP Mid-Range Premium dengan Performa Kencang
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:18 WIB

Teknologi Estetika dan Perawatan Preventif, Tren yang Diminati, Amankah?

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:13 WIB

Pemimpin Teknologi di Dewan Sains Trump, Jensen Huang dan Mark Zuckerberg Resmi Bergabung

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:07 WIB

Ramadan sebagai Momentum Rekonsiliasi Sosial di Era AI yang Menantang

Minggu, 8 Maret 2026 - 11:06 WIB

Perlindungan Digital Nasional, Menteri Komdigi Resmi Larang Akun Medsos bagi Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 1 Maret 2026 - 09:35 WIB

Google Gemini Bantu Optimalkan Aktivitas Ramadhan Lebih Produktif

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB