Pebasket Milwaukee Bucks Myles Turner mendapat sambutan brutal dari fans Indiana Pacers dalam laga reuni NBA di Gainbridge Fieldhouse, Indianapolis, Selasa (4/11/2025). Turner, yang 10 tahun membela Pacers, diejek dan disoraki penonton sepanjang laga yang dimenangkan Bucks 117-115.
Sorakan penonton Indianapolis terdengar sejak video tribut pra-laga diputar, puncaknya setiap Turner memegang bola. Kemarahan fans ini dipicu keputusan Turner hengkang ke Bucks musim panas lalu, menerima kontrak 4 tahun senilai $107 juta, setelah manajemen Pacers sempat menyebutnya sebagai prioritas utama.
Turner tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas sambutan dingin tersebut, menyebut 10 tahun dedikasinya seolah tidak berarti. “Itu menyedihkan. Jujur, sangat mengecewakan,” kata Turner usai laga. Ia menegaskan telah memberi segalanya bagi Pacers, “Saya sudah memberikan 10 tahun hidup saya, darah, keringat, dan air mata. Saya tetap profesional di tengah rumor perdagangan dan mencoba melakukan semua dengan benar, tetapi begitulah kadang hasilnya. Tak apa, saya terima saja,” ujar dia.
Ejekan terhadap Turner ini, menurut pengamat NBA, menyoroti jurang besar antara realitas bisnis olahraga profesional dan ekspektasi loyalitas penggemar. Keputusan Turner yang dianggap sebagai ‘pengkhianatan’ oleh fans Pacers sejatinya adalah langkah profesional yang wajar dalam industri, di mana janji manajemen seringkali tidak sejalan dengan realita kontrak di akhir musim, katanya.
Meski mendapat tekanan psikologis, Turner tetap fokus dan berkontribusi sembilan poin, tujuh rebound, dan lima blok penting. Kemenangan Milwaukee Bucks akhirnya dipastikan melalui tembakan penentu Giannis Antetokounmpo di detik terakhir pertandingan.
Sambutan ‘menyakitkan’ dari fans Pacers ini menjadi preseden pahit bagi Myles Turner, namun ironisnya tidak mengubah hasil akhir di papan skor. Kemenangan Bucks di Indianapolis ini membuktikan bahwa di era NBA modern, profesionalisme di lapangan pada akhirnya mengalahkan kebisingan emosional dari tribun penonton.






