Tunggal putri muda Indonesia, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, langsung mencuri perhatian pada turnamen perdananya di level Super 300, Korea Masters 2025. Bertanding di Iksan, Korea Selatan, Dhinda menghadapi lawan berat, Sung Shuo-yun dari Taiwan, yang menempati posisi unggulan ketiga turnamen. Ini adalah debut Dhinda pada level Super 300.
Meskipun baru pertama kali tampil di turnamen sebesar ini, Dhinda tidak gentar. Justru ia mampu menunjukkan performa yang sangat impresif. Ia berhasil memenangi pertandingan dengan skor ketat, yaitu 17-21, 21-10, dan 21-19. Selain itu, kemenangan ini terasa semakin manis karena diraih setelah melalui pertarungan rubber game yang menguras energi dan konsentrasi.
Analisis Kunci Kemenangan dan Mental Juara Dhinda
Pertandingan babak 32 besar tersebut berlangsung sengit dan menuntut daya tahan fisik serta mental yang kuat. Pada gim pertama, Dhinda sempat kehilangan fokus sehingga harus mengakui keunggulan lawannya. Namun, ia tidak menyerah. Di gim kedua, Dhinda bangkit dengan cepat, mendominasi permainan, dan memenangkan gim dengan skor telak.
Tekanan di Gim Penentuan
Puncak ketegangan terjadi di gim penentuan. Kedua pemain saling kejar poin hingga menjelang akhir pertandingan. Dhinda bahkan sempat berada di posisi yang sangat tertekan, tertinggal 17-19. Di sisi lain, momen krusial ini justru menjadi ajang pembuktian mental juara sang atlet.
Pelatih, Nunung Subandoro, memiliki peran penting dalam momen ini. Ia terus memberikan instruksi dan motivasi yang menenangkan. Mengikuti arahan pelatih, Dhinda mencoba bermain lebih sabar. Ia berusaha keras untuk tidak membuat kesalahan sendiri dan fokus mengembalikan bola ke area sulit lawan. Akhirnya, dengan perjuangan luar biasa, Dhinda berhasil meraih empat poin beruntun untuk membalikkan keadaan menjadi 21-19.
Target dan Langkah Selanjutnya Dhinda di Korea Masters 2025
Kemenangan dramatis ini telah membawa Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi melangkah ke babak 16 besar Korea Masters 2025. Kemenangan ini juga terasa istimewa karena diraih melalui laga yang panjang dan menuntut konsentrasi penuh. Dhinda mengaku lega dan senang, karena semua kelelahan yang dirasakan langsung hilang setelah memastikan kemenangan.
Dhinda menargetkan untuk melaju sejauh mungkin dalam debutnya di level Super 300 ini. Secara pribadi, targetnya adalah mencapai babak semifinal. Selanjutnya, di babak 16 besar, ia akan berhadapan dengan wakil Taiwan lainnya, Tung Ciou-Tong, yang juga berhasil mengalahkan wakil Malaysia di babak sebelumnya.
Dhinda berharap dapat terus menampilkan permainan terbaiknya, bermain lepas tanpa beban, dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya (all out) di setiap pertandingan yang akan datang. Dukungan penuh dari masyarakat Indonesia tentunya menjadi energi tambahan bagi Dhinda untuk mencapai target pribadinya di turnamen bergengsi ini.






